16 April 2014

P.Sidimpuan AKSI CORAT CORET USAI UN 2014



Merasa Yakin Lulus, Pelajar Kota Padangsidimpuan melakukan Aksi Coret Baju dan Konvoi.
 Tembok Sekolah serta Kantor Lurah jadi sasaran aksi coret.


Padangsidimpuan STT Blog
Ujian Nasional (UN) tahun 2014 tingkat SMA,SMK dan MA sudah selesai digelar hari ini. Tapi rupanya, hari terakhir ini dimanfaatkan sejumlah pelajar di Kota Padangsidimpuan untuk corat coret baju seragam dan konvoi motor.
Para pelajar yang masih memakai seragam ini dengan mengendarai motor  hilir mudik si sepanjang Jalan Sutan Soripada Mulia tanpa mengindahkan aturan lalu lintas , Rabu siang (16/6). 
Seragam putih abu-abu mereka beberapa sudah dicorat coret baik memakai spidol maupun cat kaleng atau pilok.
Meskipun, kegiatan corat-coret baju dan konvoi pelajar selepas UN dilarang pihak sekolah, pemerintah daerah, dan pihak kepolisian namun himbauan ini tidak digubris sebagian besar pelajar Kota Padangsidimpuan baik putra maupun putri.  Aksi pelajar seperti itu selalu terulang sehabis UN. Yang lebih lebih parah lagi, tembok sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri dan SMK Negeri 2 dan Kantor Lurah Sadabuan ikut jadi sasaran selebrasi dan euforia para pelajar tersebut. 

Pantauan STT Blog di Jalan Sutan Soripada Mulia tepatnya di Simpang SMA Negeri 6, ratusan pelajar melakukan aksi tanda tangan dan aksi semprot cat kaleng di pakaian seragam temannya. Selain itu segerombolan pelajar yang menaiki motor sudah melakukan atraksi adu kuat bunyi knalpot motornya.  Ketika ditanyakan kepada salah seorang pelajar putri  SMA Negeri 6, mengapa aksi coret ini dilakukan, ia menjawab “ini sebagai kenang-kenangan terhadap teman yang membubuhi tanda tangan di baju. Tidak afdol bila tidak dirayakan dengan konvoi dan corat-coret baju seragam” ujarnya. Ia juga sudah merasa yakin bahwa mereka lulus semuanya.

 Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan Drs. Nelpisar Nasution M.Hum mengatakan bahwa fihaknya dan pemerintah serta jajaran sekolah sedah menghimbau agar aksi ini jangan dilakukan “Fenomena ini tampaknya sudah menjadi bagian tradisi tahunan bagi pelajar untuk meluangkan segala kegembiraan dan selebrasi mereka melalui corat-coret. Selebrasi atau euforia atas kesuksesan boleh saja dirayakan. Namun perayaan dengan aksi corat-coret bukan perayaan yang baik. Sebaliknya, merupakan bagian dari perayaan yang berlebih-lebihan dan jauh dari prinsip kebermanfaatan. Untuk itu orang tua juga harus berperan dalam hal ini, khususnya bagi anaknya yang memakai motor kesekolah” ujar Nelpisar. (Anas)

Berita ini dapat di Baca Pada HARIAN ORBIT dan SKM SUARA MASA




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar