9 Januari 2021

WaliKota P.Sidimpuan sebut 1 Toko Modern Mampu Menutup 100 Kios Pedagang Lokal

 

P.Sidimpuan _____________

WaliKota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH membuka Rapat Koordinasi Pemerintahan Tingkat Kota Padangsidimpuan di Emerald Hall Hotel Mega Permata Padangsidimpuan, Rabu (06/01), Rakor ini di hadiri  Wakil WaliKota Ir. H. Arwin Siregar, MM, Sekretaris Daerah H. Letnan Dalimunthe, S.Km, M.Kes Asisten, Staf Ahli, Seluruh Kepala OPD dan Camat se- Kota Padangsidimpuan.

 Pada bahagian pidatonya, WaliKota Irsan mengucapkan terima kasih, setelah lebih 2 (dua) tahun sudah bekerja bersama menjalankan roda pemerintahan Kota Padangsidimpuan, beliau percaya seluruh pimpinan OPD sudah bekerja dengan baik dan sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“ Akan tetapi, saya harus sampaikan visi “SidimpuanBERSINAR” ( Berkarakter, bersih, aman dan sejahtera ) itu sejauh ini belum menggembirakan” ucap Irsan.


Untuk itu, WaliKota meminta kepada setiap OPD membuat langkah-langkah strategis dan program konkret agar capaian terhadap visi sidimpuan bersinar tersebut dapat lebih menggembirakan.

 “Bila Bapak, ibu merasa sudah bekerja keras, iya! saya setuju. Tetapi hari ini kita butuh kerja keras yang lebih, mumpung ini awal tahun, mari kita berembuk, bicara dari hati kehati tantang kendala dan bagaimana kita melakukannya” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu kendala yang menghambat tugas pemerintahan dan tugas kemasyarakatan adalah sinergitas di satuan OPD. Untuk itu ia meminta agar mengadakan rapat koordinasi disatuan OPD nya masing-masing dengan harapan akan muncul dan tumbuh semangat yang sama ditiap-tiap OPD.

“Saya rasa, Bila bapak ibu sependapat, ini menjadi salah satu poin keputusan rapat, segera setelah rakor ini, adakan rakor tingkat OPD,” pintanya.

 Dalam kesempatan itu, WaliKota juga menyampaikan ada 2 (dua) PR besar yang harus diselesaikan tahun ini, ia mengatakan sudah membuat langkah-langkah yang akan diambil, adalah perelokasian pedagang kaki lima di Jl. Thamrin dan pembenahan RSUD.

 Terkait Toko modern, Irsan menjelaskan bahwa selama ia menjabat kepala daerah, ia tidak ingin keberadaan toko modern bertambah di Padangsidimpuan, “Bapak ibu, saya menegaskan, 1 toko modern berdiri akan mampu menutup 100 kios pedagang lokal, saya tidak ingin itu terjadi bapak ibu, untuk itu saya meminta kepada Dinas terkait untuk menutup toko modern yang tidak memiliki Izin dan yang tidak sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku” tegas WaliKota Irsan.

 

Kedepannya WaliKota berharap kepedulian, niat baik dan rasa memiliki dan cinta terhadap Kota Padangsidimpuan dapat lebih ditingkatkan, sinergitas dan kerja keras. Peserta rakor juga memberikan masukan kepada WaliKota terkait agenda dan kebijakan kedepan sejalan dengan visi “Sidimpuan Bersinar”. (Nas)

Sekolah di Bawah Kemendikbud belajar secara Daring dan Luring sementara Sekolah dibawah Kemenag belajar secara Tatap Muka

 

Tapsel STT____________

Keinginan siswa, guru dan orang tua siswa di Kab. Tapanuli Selatan untuk belajar tatap muka di sekolah harus ditunda dulu. Pasalnya pemerintah Kab. Tapanuli Selatan melarang proses belajar mengajar tatap muka dilaksanakan di sekolah.

Larangan tidak dibolehkannya melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah berdasarkan rapat koordinasi Seluruh Bupati dan Walikota bersama Gubernur Sumatera Utara tentang lonjakan kasus Covid-19 di  Provinsi Sumatera Utara pembukaan sekolah tatap muka, kesiapan anggaran penangana Covid-19 tahun 2021 keseriusan melaksanakan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan vaksinasi pada 29 Desember 2020.

Adapun hasil rapat tersebut menyampaikan dua hal yang pertama, pembelajaran pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 yang dimulai pada Januari 2021 belum dapat dilaksanakan secara tatap muka di satuan pendidikan.

Kemudian yang kedua pembelajaran tatap muka pada semester genap tahun pembelajaran 2020/2021 disatuan pendidikan menunggu keputusan Gubernur Sumatera Utara. Berdasarkan hal tersebut satuan pendidikan Kab. Tapanuli Selatan tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka disekolah.

Menyikapi hal tersebut, Robiul Harahap warga Desa Sakkil Gunung Baringin Kecamatan Angkola Selatan Kab. Tapanuli Selatan salah satu orang tua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) sangat menyayangkan jika semua sekolah di Tapanuli Selatan masih tidak dibolehkan belajar tatap muka di sekolah, itu berarti sekolah masih ditutup untuk proses belajar mengajar.

"Sebagai orang tua siswa saya merasa miris melihat  keadaan dunia pendidikan sekarang, kenapa sekolah negeri saja yang ditutup sementara sekolah madrasah dan pesantren sudah melaksanakan tatap muka”. Ujarnya. 

Sebagai orang desa, saya tidak memahami apa keistimewaan sekolah dibawah Kementerian Agama, sehingga proses pembelajaran tatap muka berlangsung. Sementara sekolah dibawah Kemendikbud tidak boleh melaksanakan proses pembelajaran tatap muka, tanya Robiul. Ia membandingkan proses belajar mengajar di salah satu pondok pesantren dan Madrasah Tsanawiyah Negeri yang ada di Kecamatan Angkola Selatan.

Robiul juga menyebut bahwa pembelajaran sistim Daring di daerahnya tidak dapat berjalan dengan baik mengingat tidak di semua tempat ada jaringan atau signal internet.

Untuk melihat kebenaran apa yang di sampaikan Robiul tentang sekolah yang melaksanakan tatap muka, awak media STT langsung mengcrosscek sekolah tersebut. Ternyata apa yang disampaikan nara sumber benar adanya. Pantauan di lapangan pada Rabu (6/1)  bahwa Siswa MTsN 4 Angkola Selatan telah melaksanakan proses pembelajaran tatap muka. Hal yang sangat di sayangkan, saat pulang sekolah, sejumlah siswa yang naik kenderaan angkutan umum tidak memakai masker. Selain itu beberapa siswa naik dan duduk di atap kenderaan tersebut, yang tentunya sangat mengancam keselamatan jiwa mereka. Hal ini sepertinya sudah lazim bagi warga sekitar termasuk tenaga pendidik di sekolah tersebut. (Nas)