31 Maret 2022

DAFTAR SISWA YANG LULUS SELEKSI SNMPTN 2022 KOTA PADANG SIDEMPUAN

 

DAFTAR SISWA YANG LULUS SELEKSI SNMPTN 2022  DARI SMA NEGERI 1-2-3-4-5-6 dan MAN 1 KOTA PADANG SIDEMPUAN TAHUN 2022

  

SMA NEGERI 1 PADANG SIDEMPUAN

1.ALYA NAJWA HAPSARI DAULAY. 2. FELICIA AURELIA (USU). 3.AHMAD RAHAZI PANGULU RITONGA. 4.SAFAN PARNA RAMADANDRA (IPB). 5. HAIKAL HAMONANGAN SIMATUPANG. 6.RISKA MARITO POHAN (UNIV ANDALAS). 7.ANATA INDAH SARI HUTAGALUNG. 8. ZIFADLY RUSDY HARAHAP. 9.ANDRI ALFARIZI HARAHAP (BRAWIJAYA). 10.SALSABILA ANANDA BATUBARA. 11.KAYLA ANAK HABIB. 12.VAULA MARTARIDA SINAGA (UNIV. DIPONEGORO). 13.BEBY ANATASYAH (UNIV. JAMBI). 14.AMAR JAYA.S. 15.MHD.LUTFI AZHARI NASUTION. 16.AHMAD FAUZI HARAHAP (UNIV. MALIKUSSALEH). 17.AIRI RIZKI SYAHPUTRI. 18.AISYAH SIHOMBING. 19.PURI NAMIRA LE LUBIS. 20.ANNISA PUTRI MAHARANI SIREGAR (UNIMED). 21.MARIA LORENSA MANALU (UN. JAKARTA). 22.JESSICA NATALY HUTABARAT (UN. MANADO). 23. YUNI RAHMAWATI. 24.PUTRI FATIKA SARI (UN. PADANG). 25.CARIN MUTIARA. 26.DIO RAYHANSYAH PANE. 27.NOVRIZAL RAMADHAN HARAHAP. 28.SRI INDAH RAMBE. 29.KINANTI HABSARI PRATIWI (UNV. RIAU). 30.HIDAYAD. 31.SALSABILA HARAHAP (UPN VETERAN YOGYAKARTA).

 


SMA NEGERI 2 PADANG SIDEMPUAN

1.ARMELIA FEBRIYANI. 2. RAHMI AINUN PULUNGAN. 3.WILDA NA MORA SIREGAR (IPB). 4. YULIANA SARI SITUMEANG (USU). 5.VADILLAH RAIHTO HUTASUHUT. 6.NADYA NASWA HARAHAP. 7. DEVI SRI WAHYUNI. 8.KHOTNIDA ALQYAH LUBIS. 9.DEVI CAHAYA HARAHAP. 10. NURAFNI PRIBADI. 11. AHMAD AMIN NASUTION (UNIMED). 12.JUANDA AULIA RAHMAN. 13.NUR HAYANI LUBIS (UN. PADANG). 14. ABDUL RIZKY (UNIV. SYIAH KUALA). 15. CINDY LAILA SARI SIREGAR (UPN VETERAN YOGYAKARTA). 16. SABRINA PATIAH (UNSRI). 17.ULI ARTA PANGARIBUAN (UPG). 18.KLISA PUTRI ZAHRA (UINSU).

 

SMA NEGERI 3 PADANG SIDEMPUAN

1. FHADILLAH (UN. JAKARTA). 2.AMAR ADLI. 3.RAHMAD ALWI NASUTION. 4.RINALDI. 5. NICO TANTOWI SITORUS (UNIMED). 6.RIZKA NURJANNAH SIREGAR (UN. PADANG). 7.RINI ASRIANI HARAHAP (UNV. ANDALAS). 8.MIRANDA FAZHIRA INDRA LUBIS (UN. RIAU). 9. DENI RAHMAN (Unv. MALIKUSSALEH). 10. LOUIS PIER CHARDINAL SIAHAAN (INS.TEK. SUMATERA).

  

SMA NEGERI 4 PADANG SIDEMPUAN

1.IRWANDA RIZKY ALAMSYAH (UNIVERSITAS INDONESIA).2 INDAH AQILAH PUTRI.3. RIZKA LUBIS. 4. DIFA FEBRIANDA UTAMA (UNIMED). 5. MUHAMMAD SYAHID AL-RIDHO (ISI PD. PANJANG).6. NENNY PUTRI HARYATI DALIMUNTHE (POLMED). 7.RISKI ANGGI PUTRI. 8. AISYAH NOVRIANI (UN. PADANG). 9. SAID HUSEIN NASUTION (UNIV SAMUDERA) 10. ANANDA RIZKI RAMADAN SINAGA (UN. DIPONEGORO).

 SMA NEGERI 5 PADANG SIDEMPUAN

1.ADITYA SUWANDA (UNIV.NEG. YOGYAKARTA). 2. AHMAD SAHDELA EUROFALDY. 3.REVYDO YOGI FERNADA (UNIV.NEG. PADANG). 4. ALZIER DIAZ BAYHAQI. 5.LANNIHARA RITONGA (POL.NEG. LHOKSEUMAWE). 6. ANJELINA SINAMBELA (UNIV.PEND. INDONESIA). 7. ARYA SANJAYA. 8.BIMA RISKI ANANDA. 9.RISKA PUTRI. 10.TAUFIK RIZKI RAMBE (POLT.PERTANIAN NEG PAYAKUMBUH). 11. ATIKA PUTRI FATMA WARDANI. 12.DIANA ARIANTI LUBIS (UNIV. RIAU). 13.DIVA MAYSARAH ANNUR. 14.FITRIA ARDIAN. 15.NIA RAMADHANI SIREGAR. 16.YUNUS ABADI (UNIMED). 17.ERMILA SARI (UN. ANDALAS). 18. NUR HAFIFAH. 19.RAHMAD DERMAWAN GULTOM. 20.RAHMAN ABDUL AZIZ (UN. MALIKUSSALEH). 21.ERVIN KANSALI DLY. 22.SYAH RENI LUBIS (POLMED). 23. SELA DEWI LESTARI. 24. NADIA KHOIRUNNISA. 25.MUHAMMAD AKRAM AL FARISY (UNIV. SAMUDRA). 26. RAHMI DEWI HARAHAP (UNIV. JAMBI). 27. SANTI RAHAYU (UNIV. BENGKULU). 28. FAHMY AKBAR NASUTION (IT. SUMATERA).

SMA NEGERI 6 PADANG SIDEMPUAN

1.ANISA HADAD SIMBOLON. 2.KAREN LARISMA. 3.HELMINA RIA SIREGAR. 4.KRISTINI SIHITE (UNIMED). 5.RAHMA SARI SIREGAR. 6.ZULFADLY HARMAN HARAHAP (UNIV. PADANG). 7.BAGUS KURNIAWAN. 8.ZLATAN IBRAHIMOVIC (STTPNF). 9.SISKA TARA BETTY (POLTEK BATAM). 10.HENNI HAIRANI HASIBUAN (UNIV. MALIKUSSALEH). 11. ANISA HADAD SIMBOLON (UNIV. PALANGKARAYA).


MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 PADANG SIDEMPUAN

1.NASHWA ZAHRA PUTRI ADLIND PASARIBU. 2. RAHMA WIDIYA SARI RANGKUTI. 3.UMMIL KARIMAH. 4.EFRITA FITRIANI SIREGAR. 5.MIFTA REZKINA PARDEDE (USU). 6.SHAKIRA SALSABILA HARAHAP (UNIV. ANDALAS). 7. ABDUL AZIZ ARSHALID (UNIV. SYIAH KUALA). 8.RIZKI SAHBANA. 9.IQBAL MAULANA SIREGAR. 10.FALAH HAYATI NAZ LUBIS. 11.DONI APRIANSYAH SIREGAR (UNIV. MALIKUSSALEH). 12.IMA KURNIATI DONGORAN. 13.NOVI FHITRI ADE. 14.RAHMI KHOIRIYAH. 15.DHEA AMANDA NASUTION. 16.PITRI AULIA USMAN LUBIS. 17.RESI SUSANTI HARAHAP. 18. TAMARA ADISA APRILIA. 19.ARIEF RAHMAN AZIZY RITONGA. 20.DULES ERY PRATAMA HARAHAP. 21.SAKINA (UNIMED). 22.WARDATUN NAIMAH NASUTION. 23.JUNI YANTI SIAGIAN. 24.BULKAISA NURI NASUTION. 25.SYAFRINA ULFA SIHOMBING. 26.MARTUA RAJA HAMONANGAN RITONGA. 27.MUHAMMAD FADIL RAMBE. 28.MUHAMMAD ARPAN SYAIPUL (UNIV. PADANG). 29. NUR ANISAH NASUTION. 30.WILDAN SAJALI HARAHAP (UNIV. SAMUDERA). 31.RICKY SETIAWAN SIAGIAN (ISI PDADANG PANJANG).

 

Ucapan Selamat Ramadhan 1443 H tahun 2022

 MARHABAN YA RAMADHAN.... 1443 H - TAHUN 2022





SMPTN 2022. Siswa SMAN 5 P.Sidimpuan masuk PTN Jalur SNMPTN 2022 Meningkat Meski ada Pengurangan Kuota

 

Siswa SMAN 5 P.Sidimpuan masuk PTN Jalur SNMPTN 2022 Meningkat  meski  ada Pengurangan Kuota

P.Sidempuan STT

Berkurangnya jumlah siswa tamatan SMA/SMK/MA Kota Padang Sidempuan yang masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan tahun 2022, tak lepas dari pengurangan kuota yang diberlakukan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Demikian disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Padang Sidempuan bidang kurikulum, Rumini Sukarwati,S.Pd.M.Si. kepada  kepada awak media ini, Kamis (31/3).

Dikatakannya bahwa Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan jumlah kuota siswa persekolah yang bisa mendaftar SNMPTN 2022 termasuk akreditasi sekolah tersebut. Sementara Perguruan Tinggi Negeri akan menerima mahasiswa baru melalui SNMPTN dengan kuota minimum 20 persen.


Siswa SMAN 5 Padang Sidempuan tahun ini lolos masuk PTN melalui jalur SNMPTN sebanyak 28 orang dari 56 orang yang di daftarkan mengikuti seleksi atau 50% tingkat keberhasilannya. “ kita bersyukur bahwa setengah dari peserta yang mengikuti seleksi ini berhasil masuk di berbagai Universitas yang ada di Sumatera dan Pulau Jawa. Tahun lalu yang lolos 24 orang, sekarang 28 orang”ucap Rumini.

Data yang berhasil dihimpun, hingga berita ini di kirimkan bahwa beberapa Sekolah di Kota Padang Sidempuan sudah mengetahui jumlah siswanya yang masuk PTN jalur seleksi SNMPTN baik di Pulau Sumatera ataupun di Pulau Jawa.

 SMAN 1 sebanyak 31 orang, SMAN 2 sebanyak 18 orang, SMAN 3 sebanyak 10 orang, SMAN 4 sebanyak 10 orang, SMAN 5 sebanyak 28 orang SMAN 6 sebanyak 11 orang dan MAN 1 sebanyak 31 orang.

Beberapa sekolah yang lain belum memberikan data siswa yang masuk SNMPTN karena beberapa siswa belum melaporkannya. Data dari SMAN 1 terlihat bahwa siswanya masuk ke IPB, USU, Univ. Brawijaya, Univ. Diponegoro, Univ. Andalas, UN Padang, UNIMED, UNRI, dan Univ Veteran Yogyakarta. Hal yang sama juga di SMAN 2 siswanya juga masuk ke IPB, USU, Univ Veteran Yogyakarta, UNSRI dan UNIMED. Sementara itu siswa dari MAN 1secara umum masuk ke PTN yang ada di Pulau Sumatera.

Kepala Sekolah SMAN 1 P.Sidempuan Dra. Nursyahwiyah Hutauruk,M.Pd melalui Wakil kepala bidang Kurikulum, Maimunah Rangkuti mengatakan bahwa jumlah ini secara persentase meningkat meski secara jumlah orannya berkurang. Kebijakan LTMPT tentang pengurangan Kuota dari total daya tampung pada setiap program studi membuat kesempatan peserta calon mahasiswa yang ingin masuk lewat jalur SNMPTN lebih ketat persaingannya, papar Maimunah.(Anas)

4 Maret 2022

Pembentukan Pengurus Dewan Pendidikan Kota Padang Sidempuan, Pemerhati Pendidikan ' ENGGAN ' Berkomentar

 

Pemerhati Pendidikan Enggan Berkomentar Masalah Pembentukan Dewan Pendidikan Kota Padang Sidempuan.

P. Sidempuan STT

Keberadaan Dewan Pendidikan Kota Padang Sidempuan menurut berbagai pihak belum memberikan kontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan di kota ini. Padahal APBD Kota Padang Sidimpuan telah memberikan anggaran ratusan juta rupiah kepada lembaga ini, untuk dapat berkontribusi dalam berbagai hal yang menyangkut kemajuan dunia pendidikan.


Pemerhati pendidikan, Nasruddin Nasution yang selama ini cukup vocal dalam menyuarakan kebutuhan atau permasalahan khususnya tenaga kependidikan enggan menanggapinya. Saat dijumpai beberapa waktu yang lalu, Nasruddin Nasution yang akrab di sapa Anas, tidak bersedia berkomentar seputar mengenai mekanisme pembentukan dan kinerja Dewan Pendidikan Kota Padang Sidempuan.

Terkait pembentukan Dewan Pendidikan Kota Padangsidimpuan, ia mengatakan bahwa semuanya sudah ada aturan dan mekanismenya. “ saya tidak mengetahui apakah dalam pembentukannnya sudah melalui tahapan atau proses seperti yang diatur pemerintah atau tidak. Secara pribadi saya tidak pernah mengetahui proses pembentukan kepengurusan Dewan Pendidikan kota ini, yang saya tahu sudah ada kepengurusan baru dan sudah dilantik” ucapnya.

Soal mekanisme pembentukan dan unsur terkait didalam prosesnya, ia ‘no coment’ dan mengatakan bahwa lebih jelasnya bisa dilihat pada kepatuhan akan peraturan yang berlaku. Apakah transparan, akuntabel dan demokratis, serta memenuhi unsur, Anas yang selama ini cukup vocal, tapi saat ini ia tidak bersedia berkomentar banyak. “lebih jelasnya bisa kita lihat pada Kepmen Pendidikan Nasional No.044/U/2002 dan lampirannya, Permendikbud No.75 tahun 2016 dan PP No.39 tahun 1992. Dari situ mari silahkan menilainya, masing masing silahkan menilainya” tegasnya.

Mengenai anggapan berbagai pihak bahwa Dewan Pendidikan Kota Padang Sidempuan belum memberikan kontribusi apa apa terhadap kemajuan dunia pendidikan, padahal tiap tahun anggaran lembaga ini cukup besar, Anas juga enggan berkomentar. Ia mengatakan bahwa sah sah saja masyarakat menilai seperti itu, tapi secara pribadi ia juga memiliki penilaian yang sama. “kadang saya juga bertanya sendiri, kontribusi atau minimal sumbang ‘pikir’ apa yang telah mereka berikan dan itu di program yang mana. Kemudian banyaknya persoalan yang muncul di dunia pendidikan, hal yang mana yang sudah mereka respon” sebutnya.

Anas hanya mengingatkan bahwa Dewan Pendidikan bukan bawahan dari Dinas Pendidikan, begitu juga Komite Sekolah bukan bawahan Dewan Pendidikan. (M.Siregar)

 

 

1 Maret 2022

Dewan kesenian Daerah dan Legalitas Formal Dewan Kesenian Daerah

 

Dewan kesenian Daerah dan Legalitas Formal Dewan Kesenian Daerah

Menteri dalam negeri, Gamawan Fauzi melalui Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik
Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan 7 rekomendasi yang diproduk pada sarasehan nasional Dewan Kesenian Daerah yang berlangsung di Jakarta tanggal 19-20 Maret 2012.

 Ketujuh rekomendasi yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) itu, Pertama mendorong tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.5A Tahun 1993 tentang Dewan Kesenian untuk ditingkatkan menjadi Peraturan Menteri (Permen).  Kedua mendorong terbentuknya dewan kesenian nasional,Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.   Ketiga pemerintah pusat dan daerah wajib untuk memberikan peran dan fungsi kepada Dewan Kesenian sebagaimana mestinya.
Keempat, pendanaan dewan kesenian dialokasikan dari APBN dan APBD.
  Kelima, meningkatkan inventarisasi dan dokumentasi terhadap berbagai kesenian di daerah untuk melindungi diri dari klaim bangsa lain. Keenam, dewan kesenian daerah bersama pemerintah berkewajiban memberikan pelestarian perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan nilai-nilai budaya di lingkungan budaya masing-masing daerah. Ketujuh, peningkatan peran kementerian dalam negeri dalam mensinergikan program-program yang terkait kesenian  daerah di kementerian Pariwisata dan ekonomi kreatif serta kementrian pendidikan dan kebudayaan tak lebih sekadar menjalankan program sporadis

Kita mengetahui, dengan segala kemampuan dan keterbatasannya, tugas dan fungsi dewan kesenian adalah membina, mengembangkan, menghidupkan, dan memajukan kesenian, baik tradisi maupun modern, dan sekaligus membangun peradaban serta kebudayaan. Dewan kesenian yang ada selama ini dikelola masyarakat kesenian di tempat masing-masing.

Legalitas formal dewan kesenian, diatur dengan surat keputusan kepala daerah setelah masyarakat (seniman) mengamanahkan kepada perwakilannya yang duduk di kepengurusan dewan kesenian. Acuan lebih tinggi adalah Instruksi Mendagri No 5.A tahun 1993. Pengurus inilah yang dikukuhkan dengan SK kepala daerah dengan konsekuensi pengalokasian anggarannya di dalam anggaran pendapatan daerah. Pemerintah daerah tak boleh berkelit lagi untuk tidak merespons kebutuhan hadirnya dewan kesenian di wilayah masing-masing.

Kesenian, di mana pun ia tumbuh dan berkembang, pada dasarnya memiliki cara maupun kemampuan menyelaraskan konteks dirinya: antara apa, bagaimana, dalam situasi apa, dan kepada siapa kesenian itu diperuntukkan.

bahwa arah maupun perkembangan kesenian umumnya bertumpu pada seniman sebagai agen atau kreator, kritikus-pemikir seni sebagai knowledge criticists dan masyarakat sebagai apresiator. Di banyak negara maju, dewan kesenian (art council) lebih berperan sebagai kurator administratif, satu sisi penting lainnya penunjang perkembangan dunia kesenian itu sendiri.

Dunia kesenian juga merupakan sebuah fenomena sosial-kebudayaan di mana berbagai persoalan-persoalan kesenian tidak hanya dapat dipahami semata dengan kacamata artistik, tetapi juga melingkupi wilayah filosofi, etika, nilai, hingga ekonomi. Sebagai contoh, seorang seniman yang hidupnya berada di lingkup kebutuhan komunitas ritual masyarakatnya tidak membutuhkan sebuah pasar (market) untuk hasil karya seninya. Sebaliknya, seniman pop mungkin hidupnya hanya bergantung dari jasa itu.

Dewan kesenian bukan institusi yang berhak secara prerogatif memutuskan apa yang sebaiknya dilakukan untuk dunia kesenian. Sebaliknya, ia harus lebih sensitif menafsir apa yang menjadi kebutuhan para seniman sebagai pelaku kesenian.

sebagai lembaga strategis yang merancang cetak biru kesenian-kebudayaan kota. Ia adalah lembaga ahli sebagai mitra konsultatif pemerintah sekaligus promotor dinamika kesenian-kebudayaan kota.

Selain itu, dewan kesenian bisa berperan sebagai promotor, dinamisator atau fasilitator praktik kreatif seni kota. Namun, ia bukanlah leveransir atau legitimator praktik kuasi-seni. Juga, lembaga ini perlu mengembangkan diri sebagai wahana jejaring seni yang tangguh dan punya pengaruh luas.

Sebagai  bagian dari kebudayaan, kesenian adalah salah  satu perlengkapan manusia dalam memenuhi kehidupannnya. Adalah  kehidupan akan  menjadi  gersang tanpa   kehadiran kesenian.  Akan  tetapi arti seni bagi nilai  kehidupan  tentulah lebih multidimensional.  Sepanjang sejarahnya   seni   memang mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Jika kebudayaan  dirumuskan sebagai gejala apa yang dipikirkan, menurut Mochtar Lubis, maka seni  merupakan  unsur yang amat penting  yang memberikan wajah manusiawi,  unsur-unsur keindahan, keselarasan, keseimbangan, perspektif,  irama, harmoni, proporsi dan sublimasi pengalaman manusia,  pada  kebudayaan. Tanpa nilai-nilai maka manusia akan jatuh menjadi binatang ekonomi atau kekuasaan belaka.

Karakter bangsa adalah kualitas jati diri bangsa yang membedakannya dengan bangsa lain. Karakter bangsa  Indonesia bersumber pada nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki Karena itu, dalam konteks kehidupan kekinian, karakter sebuah bangsa dapat dieksplorasi dari nilai-nilai seni kebudayaannya.

Konstruksi karakter bangsa itu kini kita sadari sebagai sebuah pondasi signifikan dalam kehidupan berbangsa di era kesejagatan ini. Carut-marutnya kehidupan berbangsa ditengarai disebabkan kelalaian membangun karakater bangsa. Soekarno dan Ki Hajar Dewantara telah jauh-jauh hari mengingatkan bangsa Indonesia tentang pentingnya karakter bangsa Urgensi perlunya pembangunan karakter bangsa itu, salah satunya dapat digali dan ditimba dari jagat seni. Seni tradisi sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang berkarakter.

Kini, bentuk-bentuk kesenian yang telah mengisi dinamika kehidupan masyarakat tersebut kian marginal dan langka. Pencapaian estetik yang pernah diraihnya tergerus tak terurus. Fungsi-fungsi sosial dan religius yang sempat diisinya terkikis. Makna-makna kultural dan filosofis yang dulu mengawalnya terpental entah kemana. Tragisnya, kesenjangan bentuk-bentuk kesenian itu dengan generasi muda, semakin lebar. Orientasi masyarakat kita di tengah gelombang globalisasi yang cenderung materialis-kapitalistik,  sungguh membuat butir-butir budaya itu tergelincir.(Anas)