27 Agustus 2023

Pilkades di Sabungan Sipabangun "panas" , perhitungan Suara Hingga Malam

 

Sempat Tertundas, Syafruddin Harahap Petahana yang Bertahan di Pilkades Kec. Psp Hutaimbaru

P. Sidimpuan STT

Hiruk pikuk dan perseteruan antara pendukung calon kepala desa (cakades) yang satu dengan yang lainnya, pasca Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kota Padangsidimpuan yang di laksanakan pada 42 desa di 4 kecamatan, telah usai dilaksanakan pada Kamis (24/8/2023). Di Kecamatan Psp Hutaimbaru terdapat 5 desa yang menggelar Pilkades yakni, desa Partihaman Saroha, desa Singali, desa Sabungan Sipabangun, desa Tinjoman Lama dan desa Huta Padang.

Dari 5 desa tersebut, 3 Kepala Desa (Kades) yang masih aktip atau Petahana maju kembali untuk periode berikut yakni Syafruddin Harahap desa Sabungan Sipabangun, Safril Efendi Tanjung desa Tinjoman Lama dan Ihwanuddin Siregar desa Hutapadang. Perbedaan pilihan politik atau dukungan terhadap kandidat kepala desa oleh tim sukses sangat terasa di wilayah Psp Hutaimbaru. Namun dapat disikapi secara dewasa, baik oleh kandidat kepala desa, keluarga maupun warga pendukung calon, sehingga tidak menjadi ancaman atas hubungan kekerabatan yang telah terbangun selama ini.

Didesa Partihaman Saroha terdapat 3 orang cakades yang bersaing yakni Amran Dalimunthe,S.Pd, Emmi Sari Nasution (istri kepala desa juga PNS) dan Dorlan Rasoki Harahap, yang menang adalah Amran Dalimunthe, S.Pd. Desa Singali cakades 3 orang yakni, Riswan Nauli, Angga Azhari Harahap dan Ali Maddin Hasibuan. Kepdes yang aktif tidak maju lagi dan pemenang pilkades adalah Angga Azhari Harahap yang kerap disebut warga Toke Es. Pada Desa Huta Padang 3 cakades yaitu Ihwanuddin Siregar (petahana), Gulman Muda Hutasuhut dan Tengku Ahmad Ritaudin Hasibuan, nama terakhir ini berhasil menang atas pesaingnya. Desa Tinjoman Lama Safril Efendi Tanjung (petahana) dan Henri Sultoni Siregar, di desa ini petahana tidak dapat melanjutkan jabatannya karena kemenangan diraih Henri Sultoni. Pada Desa Sabungan Sipabangun Syafruddin Harahap dan Anwar Syam Harahap bersaing ketat dan sempat tertunda perhitungan suara dan pada akhirnya Syafruddin Harahap kembali menjabat untuk periode kedepan.

Proses perhitungan suara di desa Sabungan Sipabangun yang memiliki daftar pemilih 1.155 di 3 TPS tertunda dalam waktu yang cukup lama. Silang pendapat antara saksi dan panitia terkait satu lembar kertas suara pada kotak pertama yang di hitung, menimbulkan kegaduhan. Ada pihak ngotot dengan argumennya, meski sudah di terangkan panitia tentang berbagai kemungkinan terhadap satu kertas suara tersebut. Pihak penyelenggara dan keamanan sudah terkonsentrasi di lokasi perhitungan, terlihat hadir Kadis PMK/D, Kasatpol PP, Kapolres, Kasi Intel Kejari Psp, sejumlah personil Brimob, Polres, Kodim dan Satpol PP. Pada pukul 18.00 Wib, setelah mendapat penjelasan tegas dari Kasi Intel Kejari Psp Yunius Zega,SH.MH, maka disepakati perhitungan dilanjutkan.

Dibawah pengawalan pihak keamanan dan disaksikan ratusan warga yang antusias ingin mengetahui hasilnya, perhitungan kertas suara dari dua TPS dilanjutkan. Pada pukul 21.55 Wib perhitungan kertas selesai dimana perolehan jumlah terbanyak di raih Syafruddin Harahap. Sesaat kemudian Ketua Panitia Pilkades desa Sabungan Sipabangun, Muhammad Taqiuddin Ansor Siregar mengumumkan secara resmi pemenangnya dan disambut riuh pendukung petahana. Ditempat yang sama, Kepala PMK/D Kota Padangsidimpuan Ismail Fahmi.S.Sos.MSi mengatakan bahwa dengan selesainya perhitungan suara di tempat itu, maka selesai sudah pelaksanaan pilkades di P.Sidimpuan. Apapun hasilnya, mari kita jaga kerukunan di desa masing masing agar pembangunan di desa dapat berjalan dengan baik,pintanya. (Anas)

Penyandang Disabilitas dan Warga yang Sakit tetap salurkan Hak Pilihnya di Pilkades Serentak Kota Padangsidimpuan

 

Penyandang Disabilitas dan Warga yang Sakit tetap salurkan Hak Pilihnya di Pilkades Serentak Kota Padangsidimpuan

P.Sidimpuan STT

Penyandang disabilitas maupun warga yang sakit hak pilihnya tetap kita berikan, kita jemput bola atau mendatangi kediaman warga yang tidak dapat hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga tidak ada yang dilanggar hak demokrasinya. Demikian dikatakan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mompang, Marahuddin Siregar,SH yang di dampingi Sekretaris Panitia Trivel Siregar, Kamis (24/8/2023) di Desa Mompang Kecamatan Psp Angkola Julu Kota Padangsidimpuan.

 Ia menjelaskan bahwa dalam Pilkades di desa Mompang ada 17 orang warga yang tidak dapat hadir langsung ke TPS untuk melaksanakan hak pilihnya, sehingga panitia yang mendatangi kediaman warga tersebut. Dari 17 orang tersebut ada yang sakit, ada yang penglihatan sudah berkurang dan juga faktor lanjut usia.

“ panitia mendatangi kediaman warga atau istilahnya jemput bola dengan prosedur yang sudah di tetapkan. Hak pilih mereka tersalur meskipun saat terbaring sakit karena kita tidak boleh diskriminatif. Pemberian hak kepada pemilih penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam mengukur sukses tidaknya pelaksanaan pilkades ini," katanya.

Marahuddin melihat bahwa keikutsertaan warga disabilitas ataupun yang sedang sakit dalam berbagai level pemilu bertujuan untuk menghilangkan adanya perlakuan diskriminasi. Selain itu, akan memberikan manfaat langsung bagi mereka yakni dapat menimbulkan perasaan diterima, mendorong sosialisasi, sekaligus juga menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap keadaan tersebut.

Sementara itu Ketua Panitia Pilkades Desa Rimba Soping Kecamatan Psp Angkola Julu, Muhammad Ali Siregar mengatakan bahwa pemilih yang mencoblos di rumah sebanyak 9 orang, umumnya di karenakan dalam kondisi sakit dan faktor usia lanjut. “panitia mendatangi rumah warga dengan melibatkan saksi dari pihak peserta pilkades. Semua kita lakukan sesuai aturan yang ada supaya tersalur aspirasi rakyat tanpa adanya diskriminasi terhadap suatu golongan tertentu,”ucap Ali.

Ditambahkannya bahwa kepada seluruh perangkat pelaksana Pilkades di Kota Padangsidimpuan telah dibekali pengetahuan dan pemahamanbahwa para penyandang disabilitas merupakan bagian dari warga negara Indonesia yang berhak terlibat aktif dalam berkehidupan politik.(Anas)

 Keterangan Poto. Partaonan Hasibuan (69) melakukan hak pilihnya di rumah saat Pilkades di Desa Mompang Kec. Psp Hutaimbaru, karena sakit dan penglihatan yang berkurang. Kamis (24/8/2023)

Mangarahon Siregar Kembali Jadi Kades Rimba Soping Angkola Julu

Terpilih Kembali Sebagai Kades Rimba Soping, Mangarahon sebut Bekerja untuk Kemaslahatan Masyarakat.

P.Sidimpuan STT

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di yang di laksanakan pada 42 desa pada 4 kecamatan di Kota Padangsidimpuan, telah selesai dilaksanakan pada Kamis (24/8/2023). Dari gelaran Pilkades itu, muncul nama-nama baru maupun petahana yang masih dipercaya memimpin desanya. Dari sejumlah nama petahana, salah satunya Mangarahon Siregar atau yang biasa akrab di sapa Ian, maju kembali sebagai calon kepala desa Rimba Soping Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Mangarahon kembali dipercaya oleh masyarakat desanya usai memperoleh 589 suara, sementara kedua lawannya memperoleh total 400 suara.

Perjalanan Mangarahon dalam melanjutkan posisinya sebagai kepala desa untuk priode kedua bukan langkah yang mudah. Salah satu kompetitornya, Ali Mangsur Harahap adalah lawan yang di kalahkannya pada pemilihan Kepala Desa Rimba Soping pada priode yang lalu. Ali Mangsur Harahap yang pernah menjabat sebagai kepala desa Rimba Soping harus menerima kenyataan telah dua kali gagal bersaing dengan Mangarahon Siregar.

Pilkades Rimba Soping menjadi pusat perhatian di Kecamatan Angkola Julu, hal ini di sebabkan perkompetisian yang ketat, juga jumlah warga yang memiliki hak pilih tergolong banyak, sehingga banyak kepentingan berbagai pihak khususnya menjelang pemilihan legislatif dan Pilkada. Dalam pelaksanaan pilkades Rimba Soping terdapat 3 TPS yang penempatannya di tengah lapangan bola desa tersebut, dimana posisi lapangan itu berdekatan dengan jalan lintas provinsi, sehingga akses mudah,  mampu menampung kerumunan warga dan lalulintas berjalan lancar.

Usai perhitungan suara, panitia penyelenggara melalui ketua panitia Muhammad Ali Siregar dan Sekretaris Nova Suryani Pasaribu mengumumkan pemenangnya Mangarahon Siregar, yang kemudian di sambut luapan gembira para pendukungnya serta ucapan selamat dari pendukung yang belum berhasil. Suasana riuh dan ramai tanpa protes, menggambarkan kedewasaan masyarakat desa Rimba Soping dalam berdemokrasi dan patut di contoh.

Pada kesempatan tersebut Mangarahon mengatakan, kemenangan yang diraih merupakan kemenangan masyarakat Rimba Soping. Karena jika masyarakat tidak menyalurkan hak suaranya mustahil akan ada Kades terpilih.   “Terima kasih saya ucapkan bagi seluruh masyarakat Rimba Soping, dan terkhusus bagi masyarakat yeng telah mendukung saya. Tanpa dukungan masyarakat saya tidak bisa berbuat apa-apa, untuk itu saya mohon kepada seluruh masyarakat desa Rimba Soping agar berkenan mendukung program kerja saya demi kemaslahatan orang banyak,” harapnya.

"Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat semoga saya bisa menjalankan tugas dengan amanah," tandas dia.  Selang beberapa waktu kemudian, Mangarahon diarak menuju kediamannya dan di upa-upa oleh keluarga. Acara upa upa ini adalah tradisi leluhur atau kearifan lokal sebagai bentuk dan wujud rasa syukur atas keberhasilan dalam suatu perjuangan. (Anas)