29 Maret 2021

Arena MTQ ke-XX Tingkat Kota P.Sidimpuan Tahun 2021 dipusatkan pada Lapangan SMK Negeri 2.

 

P.Sidimpuan STT

Walikota P.Sidimpuan Irsan Efendi Nasution SH di dampingi Wakil Walikota Ir.H.Arwin Siregar,Ketua DPRD Siwan Siswanto, Sekretaris Daerah, H.Letnan Dalimunthe, Asisten,Forkopimda, Ketua MUI beserta sejumlah pimpinan SKPD, secara resmi membuka Musabaqoh Tiawatil Qur’an ke-XX tingkat kota P.Sidimpuan Tahun 2021 yang ditandai dengan pemukulan bedug sebanyak 20 kali. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan SMK Negeri 2 P.Sidimpuan Utara kecamatan P.Sidimpuan Utara Kota P.Sidimpuan, Kamis (4/3).

Ketua Panitia MTQ ke-XX Iswan Nagabe Lubis yang juga Asisten I Pemko PmSidimpuan dalam laporannya antara lain mengatakan bahwa jumlah peserta 196 orang yang merupakan utusan dari 6 kecamatan yang ada di Kota P.Sidimpuan. MTQ ini memperlombakan 7 bidang. MTQ ini berlangsung pada 4-6 Maret 2021 dengan thema Mengawal Padangsidimpuan Berkarakter pada masa Pandemi dengan mengamalkan nilai-nilai Al Qur’an.

Iswan juga mengatakan bahwa Pembukaan acara MTQ ke-XX Tingkat Kota P.Sidimpuan berlangsung sederhana dan tetap menjaga protokol kesehatan. Kalau pada pelaksanaan tahun tahun sebelumnya, rangkaian acara pembukaan MTQ Tingkat Kota P.Sidimpuan diwali dengan pawai ta'aruf yang diikuti Kafilah MTQ P.Sidimpuan, OPD, pelajar, mahasiswa dan ibu ibu pengajian serta Mobil Hias. Namun pada suasana Pandemi Covid ini, hal tersebut tidak dilaksanakan. 

Walikota Padangsidimpaun Irsan Efendi Nasution pada pembukaan MTQ ini  menyampaikan,   Al Qur’an adalah lampu penerang hati dalam menembus gelapnya lika-liku kehidupan serta sebagai benteng yang kokoh untuk menahan pesona godaan yang menyesatkan. Al Qur’an juga merupakan kitab suci yang syarat dengan ispirasi dan motivasi, agar ummat manusia memperluas wawasan, Ilmu pengetahuan memperdalam akhlak serta menciptakan generasi rabbani nan Qur’ani yang handal dan berakhlakul karimah.

MTQ merupakan momentum penting dalam membentuk masayarakat yang mencintai Al Qur’an dan menjadi sarana pembelajaran agar masyarakat Muslim di Kota P.Sidimpuan  senantiasa menjadikan Alqur’an sebagai imam dan tiang agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pada bahagian lain pidatonya, Walikota mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu mensukseskan kegiatan MTQ ini. Terkhusus walikota mengucapkan terimakasih kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan Provinsi Sumatera Utara dan Kepala SMK Negeri 2 beserta jajarannya yang turut memfasilitasi sarana dan prasana pendukung di arena MTQ ini. 

Pembukaan secara resmi MTQ ini di tandai dengan pemukulan bedug sebanyak 20 kali oleh walikota yang dilanjutkan oleh Forkopimda, Kakan Kemenag dan MUI Kota P.Sidimpuan. Rangkaian acara selanjutnya terlihat penyerahan Trophy bergilir dari juara umum tahun yang lalu, yakni Kecamatan P.Sidimpuan Utara kepada Walikota P.Sidimpuan yang kemudian di serahkan kepada panitia serta penaikan bendera MTQ oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 P.Sidimpuan.(Nas)

 

 

Poktan Bersatu Padu Desa Manegen P.Sidimpuan Tenggara Tanam Pepaya Varietas Carlina 1 Ha, Peluang Bisnisnya sangat Menjanjikan

 P.Sidimpuan – STT

Kelompok Tani (Poktan) Bersatu Padu Desa Manegen Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan membudidayakan Pepaya Varietas Carlina atau yang lebih populer di sebut pepaya California pada lahan luas kurang lebih 1 (satu) Ha.

Ketua Koptan Bersatu Padu Desa Manegen Samsuddin Harahap saat di temui pada Rabu (3/3) mengatakan bahwa kesepakatan menanam pepaya Varietas Carlina dinilai dari sudut ekonomis yang sangat menjanjikan. Tanaman pepaya Carlina sudah mulai berbunga pada usia 3 bulan dan buahnya dapat dipanen di usia 7 hingga 9 bulan. Tanaman ini dapat terus menerus berbuah hingga usia 4 tahun kemudian dalam satu tahunnya dapat dipanen hingga 4 kali.

“Tingkat produktifitas tanaman pepaya california sangat tinggi sehingga cepat berbuah. Selain itu tanaman pepaya california memiliki sifat teloren terhadap iklim dan cuaca. Pada lahan dengan luas 1 Ha kita bisa menanam sekitar 1500 batang dengan jarak tanam 2,5 kali 2,5 meter. Dari literatur yang kita baca serta informasi dari petani yang sudah berhasil membumi dayakan pepaya ini, bahwa di perkirakan dalam 10 hari setidaknya kita bisa panen 3 buah. Sehingga dari perhitungan ekonomis sangat menjanjikan” kata Samsuddin. Ia juga mengatakan bahwa kesulitan yang di alami kelompoknya adalah saat penyemaian atau pembibitan dari biji hingga siap tanam. “Kendala yang kami alami pada proses penyemaian dari biji hingga tumbuh dan siap tanam. Dari jumlah biji yang kami semaikan, hanya sekitar 35% yang berhasil tumbuh. Hal ini masih terus kami pelajari, sehingga Kelompok Tani  Bersatu Padu Desa Manegen bisa menyediakan bibit bagi petani atau warga lainnya” terangnya.

Pepaya California merupakan salah satu jenis buah tropis yang sedang populer. Ukurannya sedang atau tidak begitu besar dengan daging buah yang tebal dan rasa yang manis. Ternyata, bukan hanya rasa yang manis, pangsa pasar jenis pepaya tersebut ternyata juga menjanjikan.

Sementara itu Kepala Desa Manegen Padang Harahap, menyambut baik dan mendukung kegiatan Poktan Bersatu Padu Desa penanaman pepaya ini. Selain karena mudah cara perawatannya, tidak membutuhkan biaya mahal juga karena cocok dengan kondisi lahan di Desa Manegen. Langkah-langkah perawatan tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya. Hanya perlu dilakukan penyiraman dan pemupukan. Untuk mendapatkan produktifitas yang maksimal pemupukan harus dilakukan baik dengan pupuk organik maupun pupuk non organik, ucap Padang Harahap.

Ia juga menjelaskan bahwa saat penanaman perdana Pepaya Varietas Carlina ini turut di hadiri Kadis Pertanian Kota Padangsidimpuan,Parimpunan Siregar, Camat Kecamatan  Padangsidimpuan Tenggara  Amri Taufiq Hasibuan S.Sos serta sejumlah Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian.

Seperti di ketahui bahwa pepaya Varietas Carlina  atau california adalah buah asli, murni dari Indonesia.  Pepaya california merupakan buah hasil rekayasa genetika yang berhasil ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, yang merupakan seorang ilmuan dari Pusat Kajian Buah Tropika di Institut Pertanian Bogor (IPB). Nama Pepaya california diresmikan pada 3 Oktober 2010 oleh Menteri Pertanian saat itu yakni Dr. Soeswono. (Nas)

Masjid Agung Syahrun Nur Tapanuli Selatan Jadi Tujuan Wisata Religi dan Wisata Alam

 Tapsel STT

Masjid Agung Syahrun Nur yang terletak di Kompek Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sipirok selalu ramai di kunjungi warga dari berbagai daerah. Masjid bergaya arsitektur Timur Tengah dan Modern ini sepertinya menjadi ikon Kabupaten Tapanuli Selatan karena lokasinya sangat strategis di Jalan lintas Sumatera.

Masjid Agung Syahrun Nur diresmikan Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul Pasaribu, Jumat (22/1) yang lalu. Meski belum sempurna pembangunannya, terutama Taman bagian depan, namun masyarakat sudah berbondong bondong mengunjunginya. Informasi yang di dapat bahwa Pembangunan Masjid Agung Syahrun Nur menelan biaya lebih Rp45 miliar. Pemancangan pondasi masjid ini di mulai pada April 2018 lalu. Berdiri di dalam  Luas lahan sekitar 4 Ha, mesjid ini memiliki taman dan lahan parkir yang luas.

Masjid Agung Syahrun Nur di perkirakan mampu menampung  sekitar 1.500 jamaah untuk melaksanakan sholat di dalam dan bagian teras masjid.  Masjid Agung Syahrun Nur dilengkapi berbagai fasilitas pendukung mulai lapangan parkir untuk kendaraan roda dua, roda empat dan bus yang diperkirakan mencapai 250 lot. Masjid ini dikelilingi taman-taman indah yang ditumbuhi berbagai warna warni bunga yang indah serta air mancur.

Setiap Sore dan hari libur, terlihat ratusan warga berada di sekitar masjid baik yang melaksanakan sholat maupun yang berswafoto. Tidak jauh dari lokasi masjid ini, terdapat  taman taman yang menghiasi area perkantoran. Kemudian ada Kebun Kaya yang di tanami berbagai pohon serta Menara Pandang dengan 7 lantai dengan ketinggian sekitar 30m  yang juga baru di resmikan.

Syaiful Bahri Harahap seorang pengusah Travel di Pakan Baru- Riau saat berbincang dengan awak media ini mengatakan bahwa Masjid Agung Syahrun Nur saat ini masjid yang termewah di Sumatera Utara. Menurutnya, jika lokasi ini mau di jadikan tujuan wisata, masih banyak yang harus di tambahi atau di persiapkan.

“untuk mengembangkan wisata berbasis masjid dan wisata alam perlu disiapkan pemandu wisata, sehingga wisatawan tidak merasa kecewa saat datang ke masjid tersebut. Selain itu, pelayanan juga harus ditingkatkan seperti jumlah toilet dan kondisinya  harus bersih, tempat wudhu  dan juga harus disediakan tempat jajanan dan barang barang souvenir khas daerah” ucap Syaiful.

Salah satu yang mendukung masjid ini selalu ramai adalah Bus lintas Sumatera yang mengarah ke Padang maupun ke Pulau Jawa, selalu berhenti di depan masjid ini untuk memberi penumpangnya melaksanakan sholat bila waktu sholat tiba. Hal ini umumnya terjadi pada waktu sholat Subuh dan Ashar. (Anas)

Pemko Padang Sidimpuan Gelar Vaksinasi Covid-19 Perdana, 10 Pejabat Forkopimda Divaksin

 Padangsidimpuan STT

Pemerintahan Kota (Pemko) Padangsidimpuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Selasa (9/2).

Vaksinasi Covid-19 ini baru pertama kalinya dilaksanakan di lingkungan Pemko Padangsidimpuan. Langkah awal vaksinasi kali ini dilakukan kepada 10 orang pejabat publik di Kota Padangsidimpuan.

Orang yang pertama kali divaksin yaitu Walikota Irsan Efendi Nasution, kemudian disusul Kapolres, Kajari yang mewakili, Ketua Pangadilan Negeri, Kasdim 0212/TS, mewakili Danyon 123/RW, Kadis Kesehatan, Kepala BPBD, Kaban Keuangan, Inspektur dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Walikota dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada unsur Forkopimda yang telah ikut serta berperan dalam mensukseskan kegiatan Vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan di Kota Padangsidimpuan.

Pada kesempatan ini, Irsan menghimbau kepada seluruh pelayan dan pejabat publik agar bisa menjadi teladan atau pelopor, bahwa upaya Vaksinasi ini adalah langkah yang paling tepat dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di Indonesia khusunya di Kota Padangsidimpuan.

 “Kota Padangsidimpuan masih memiliki 9 kasus terkonfirmasi pada saat ini masih menjalakan isolasi mandiri dirumah karena masih tergolong gejala ringan dan Alhamdulillah dari data yang kita miliki tingkat kesembuhan di Kota Padangsidimpuan sudah mencapai 95 persen itu berarti sudah mencapai tingkat kesembuhan secara nasional,” jelas Irsan.

Diakhir sambutannya, Irsan berharap agar pelaksanaan vaksinasi di Kota Padangsidimpuan bisa berjalan maksimal serta pertumbuhan ekonomi di kota tersebut bisa berjalan dengan baik.

“Saya berharap vaksinasi ini bisa berjalan maksimal serta kedepannya pertumbuhan ekonomi di Kota Padangsidimpuan bisa berjalan dengan baik dan jangan lupa agar kita tetap terus menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan,” pintanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sofyan Subri mengatakan Kota Padangsidimpuan menerima vaksin sebanyak 3.120. Jumlah ini nantinya ditujukan atau di perioritaskan bagi tenaga kesehatan. Tercatat ada 1.785 tenaga kesehatan di Kota Padangsidimpuan yang akan menjalani vaksinasi.(Anas)

Pemkab Tapsel desak Pemerintah Pusat Selesaikan Masalah Tapal Batas dengan Taput dan Paluta

 Tapsel STT

Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H.  Syahrul M Pasaribu, beserta rombongan meninjau tapal batas antara Kabupaten Tapsel dengan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Minggu (7/2). 

Lokasi peninjauan yakni, antara Desa Padang Mandailing Garugur, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapsel dengan Desa Dolok Saut, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Taput. 

 Adapun dasar kunjungan Bupati ke wilayah tersebut yakni, atas keberatan masyarakat terhadap pembangunan gapura tapal batas yang dilakukan Pemkab Taput. Mereka mempersoalkan terkait pemasangan Gapura tapal batas yang dipasang Pemkab Taput lantaran telah masuk ke wilayah Tapsel sepanjang lebih kurang 1,1 Km. Atas hal itu, Bupati mencoba menenangkan warga dengan mengatakan, semua persoalan tapal batas adalah tanggungjawab Pemkab Tapsel dan akan mengacu pada RTRW yang dikeluarkan Pemprov Sumut.

Menurut Syahrul, Persoalan tapal batas itu juga merupakan kepentingan Nasional, sebab wilayah itu masuk dalam catchment area (daerah tangkapan air) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan. Pihaknya juga akan mendesak pemerintah pusat terutama kementerian terkait untuk segera diadakan penyelesaian. 

 Informasi yang di peroleh dimana sebelumnya sudah ada hasil kesepakatan bersama yang dituangkan dalam berita acara rapat No.05/BAD/XII/2018 tanggal 11 Desember 2018 tentang Rapat Fasilitasi Penyelesaian Penegasan Batas di Provinsi Sumut segmen batas antara Kabupaten Taput dengan Tapsel. 

Pada rapat tersebut dihadiri oleh Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Pemerintah Provsu, Pemkab Taput, Pemkab Tapteng, Pemkab Tapsel, Pemkab Toba Samosir dan Topdam I/Bukit Barisan. 

Adapun poin-poin dari berita acara tersebut menyebutkan, Pemprov Sumut akan memfasilitasi verifikasi lapangan antara Kabupaten Taput dengan Kabupaten Tapsel secara bersama-sama terkait keberadaan aset daerah dan desa/kelurahan, hasil verifikasi lapangan dilaporkan kepada Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan oleh Pemprov Sumut paling lambat pada Minggu ke II Februari 2019, dengan dilengkapi data/dokumen yang relevan.  

Sedangkan selama penegasan batas belum selesai, maka kedua pemerintah kabupaten yang berbatasan tidak diperkenankan melakukan aktifitas di sekitar koridor garis batas termasuk pemasangan pilar batas. 

Mengingat poin-poin tersebut belum terlaksana hingga saat ini, maka kepada Pemkab Tapsel dan Pemkab Taput untuk saling menghormati dan mempedomani hasil kesepakatan bersama tersebut sambil menunggu instruksi dari Pemprov Sumut maupun Kemendagri. 

Oleh karenanya kepada masyarakat, Bupati menjelaskan, terkait soalan tapal batas antar warga satu kecamatan atau kabupaten/kota, maka itu semua sudah diatur dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) dari Pemprov Sumut dan pemerintah pusat. Syahrul berharap agar masyarakat untuk tenang dalam menyikapi persoalan ini. (Anas)

Jemput Aspirasi Rakyat, Hj. Maisyaroh Reses Tunggal di Dapil III Kab. Tapanuli Selatan

 Tapsel STT

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Dra.Hj. Maisyaroh Dalimunthe melakukan reses di Desa Padang Kahombu Kecamatan Batang Angkola Tapsel untuk menyerap aspirasi masyarakat guna diperjuangkan di tahun anggaran 2022 pada Selasa (9/2).


Reses dilaksanakan terkait jadwal Reses Anggota DPRD Tapsel Masa Sidang II Tahun 2020-2021. Dra.Hj. Maisyaroh Dalimunthe dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melaksanakan kegiatan reses ini sendirian atau lazim disebut reses tunggal di Dapil III  Batang Angkola,Sayur Matinggi, Tantom Angkola dan Angkola Muaratais. Adapun konsituen yang hadir adalah warga Desa Padang Kahombu dan Desa Sorik.

Di acara tersebut, warga dari kedua desa menyampaikan aspirasi dan beberapa permintaan yang menjadi kebutuhan bagi mereka seperti pembangunan jalan usaha tani, jalan lingkar desa, Pembuatan LPJU serta penyediaan sarana sanitasi dan MCK. Dra.Hj. Maisyaroh Dalimunthe dalam menyahuti apa yang disampaikan warga, kerap memberikan penjelasan tentang hal hal yang mesti menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten serta bidang pembangunan yang bisa dilaksanakan melalui dana desa. Dialog atau komunikasi yang dibangun anggota Komisi C ini berjalan lancar karena lebih dominan memakai bahasa daerah.

Saat di jumpai usai acara reses, Hj. Maisyaroh mengatakan bahwa apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan di teruskan kepada Pimpinan Dewan dan selanjutkan di rekomendasikan ke Pemerintah daerah.

“Reses ini merupakan kewajiban bagi anggota DPRD untuk turun ke Dapil bertemu konstituen guna menjaring informasi serta melihat apa yang menjadi kebutuhan perioritas masyarakat, oleh karenanya apa yang menjadi aspirasi masyarakat sudah menjadi tugas kami untuk mengawal ke Pemerintah Daerah” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Hasil kegiatan reses anggota DPRD ini akan dituangkan dalam bentuk Pokok-pokok Pikiran DPRD meliputi seluruh bidang pembangunan, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan urusan kewenangan pemerintah daerah, permasalahan yang berkembang di masyarakat saat ini. Nantinya diserahkan langsung kepada Bupati melalui Bappeda Kabupaten Tapsel sebagai bahan masukan awal penyusunan RKPD. (Anas)

Wakil Walikota ingatkan Agar Usulan dari Masyarakat diverifikasi Baperlitbang Kota Padangsidimpuan

 P.Sidimpuan - STT

Musrenbang ini merupakan cikal bakal yang akan melahirkan usulan-usulan yang muncul dari masyarakat akan di kompilasi oleh Baperlitbang dan harus dipastikan usulan-usulan ini tidak ada yang tertinggal.  Sebanyak 106 modul usulan yang muncul dari Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru yang telah disampaikan oleh Camat akan diverifikasi oleh Baperlitbang yang kemudian akan naik pada tingkat Musrenbang Tingkat Kota yang kedepan akan kita selenggarakan. 

Demikian antara lain disampaikan Wakil Walikota Padangsidimpuan Ir.H. Arwin Siregar,MM  pada acara Musrenbang Tingkat Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kamis (19/2).

Sementara itu Camat Padangsidimpuan Hutaimbaru Cecep Rahmat melaporkan, Musrenbang merupakan kegiatan tahunan para pemangku kepentingan di tingkat kelurahan dan desa untuk mendapatkan masukan mengenai prioritas pembangunan di Wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru di luar 106 jumlah usulan yang telah tertuang.

Pada kesempatan tersebut, di buka ruang dialog dan usulan dari peserta yang kemudian ditanggapi oleh dinas terkait serta dari sejumlah anggota DPRD yang hadir. Acara musrenbang ini selain di hadiri utusan kelurahan dan desa, turut hadir Pimpinan OPD, Danramil 02, Kapolsek, Camat, Lurah, Kepala Desa, Kepala Puskesmas Hutaimbaru, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Padangsidimpuan Hutaimbaru, Forum Anak Kota Padangsidimpuan.

 

Sementara itu di hari yang sama, Musrenbang juga dilaksanakan di Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu. Musrenbang ini di pimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padangsidimpuan, H.Letnan Dalimunthe. Dalam sambutannya Sekda lebih menekankan pada koordinasi antara dinas terkait dengan kepala desa dalam percepatan pembangunan dan upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 “Artinya, butuh suatu komitmen, kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang baik terkait dengan perencanaan untuk mendekatkan dan menuntaskan pembangunan di segala lini. Inilah yang menjadi harapan kita,” ujarnya.

 Tentang tata kelola penggunaan dana desa, Letnan Dalimunthe mengatakan bahwa  meski secara eksplisit regulasi memberikan kewenangan kepada desa untuk mengatur rumah tangganya sendiri, bukan berarti bertentangan dengan program yang dicanangkan pemerintah daerah, namun mestinya sejalan. Karenanya, menurut sekda, momentum adanya realisasi dana desa harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena itu, para pimpinan perangkat daerah, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan,dituntut menyampaikan informasi, skala prioritasnya seperti apa.

Pada bahagian lain acara ini juga diisi dengan dialog serta tanggapan dari instansi terkait serta dari anggota DPRD yang hadir.(Nas/M.Siregar)

 

 

DPC APDESI Kota Padangsidimpuan Gelar Muscablub guna Membentuk Pengurus Baru

 P.Sidimpuan- STT

Andi Aryanto Harahap, SH, Kepala Desa Joring Natobang, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kota Padangsidimpuan Melalui Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang digelar di aula Kantor Camat Angkola Julu, Padangsidimpuan pada Selasa (16/2).

Muscablub ini dilaksanakan setelah sebelumnya muncul surat Mosi Tidak Percaya yang di tandatangani sejumlah anggota APDESI (Kepala Desa) terhadap kepemimpinan Ketua APDESI sebelumnya yakni Mukmin Harahap. Informasi yang di dapat dari Kepala Desa Rimba Soping bahwa desakan untuk merevisi kepengurusan APDESI dibawah kepemimpinan Mukmin Harahap sebenarnya sudah muncul sekitar dua tahun yang lalu dan pada tahun 2021 desakan itu makin di perkuat dengan munculnya surat mosi tidak percaya dari beberapa kepala desa, sehingga dilaksanakan Muscablub.

Pelaksanaan Muscalub DPC APDESI Kota Padangsidimpuan dengan agenda utama yakni memilih ketua, dibuka oleh Ketua DPD APDESI Sumatera Utara, Suparman SH dan turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kota Padangsidimpuan, Syafaruddin Harahap beserta beberapa Camat.

Dalam agenda pemilihan Ketua, muncul dua nama kandidat, yakni Andi Aryanto Harahap, SH, Kepala Desa Joring Natobang Kecamatan Angkola Julu dan Abdul Rahman Batubara, Kepala Desa Salambue Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Pada pemilihan ketua yang dilaksanakan secara voting tertutup, Andi Aryanto Harahap memperoleh 22 suara, sementara Abdul Rahman Batubara memperoleh 19 suara.

Ketua DPC APDESI Kota Padangsidimpuan terpilih, Andi Aryanto Harahap dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas amanat yang dipercayakan. Ia juga menekankan bahwa APDESI adalah milik bersama seluruh kepala desa dan perangkat desa, bukan hanya milik pengurus.

Pada bahagian lain ia mengatakan “ misi APDESI itu antara lain memberdayakan pemerintah desa,  lembaga-lembaga desa dan masyarakat perdesaan, menjalin kemitraan dengan pemerintah dan lembaga-lembaga non pemerintah untuk menciptakan masyarakat adil dan sejahtera, dalam rangka percepatan pembangunan desa. Untuk itu wadah ini kita jadikan sebagai forum komunikasi untuk menyelesaikan persoalan dalam percepatan pembangunan” ucapnya.

Pada bahagian lain pidatonya, Andi Aryanto mengatakan bahwa ia melihat saat ini bahwa kelemahan di tubuh APDESI adalah dalam komunikasi dan koordinasi. “ saya harap agar kedepan komunikasi ini lebih kita tingkatkan. Selain itu saya minta kepada rekan rekan semua agar mengingatkan saya nantinya bila ada yang salah atau khilaf dalam menjalankan amanah ini, ” pintanya.

Sementara itu mantan Ketua DPC APDESI Kota Padangsidimpuan, Mukmin Harahap yang saat ini menjabat sebagai Koordinator APDESI di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mengucapkan selamat kepada ketua terpilih.Ia meyakini bahwa ketua terpilih akan mampu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh anggota. Seperti di ketahui bahwa Andi Aryanto Harahap, SH  sebelumnya dalah Sekretaris APDESI Kota Padangsidimpuan.

Saat di temui di luar area Muscablub, Andi Aryanto selaku ketua terpilih mengatakan bahwa ia harus segera membentuk kepengurusan  APDESI Kota Padangsidimpuan periode 2021-2026 serta Pengurus APDESI Kecamatan. Dari 6 Kecamatan yang ada di Kota Padangsidimpuan terdapat 4 Kecamatan yang memiliki Pemerintahan desa yakni Padangsidimpuan Tenggara, Batu Nadua, Hutaimbaru dan Angkola Julu. (Nas/M.Siregar)