27 Januari 2014

KAKAN KEMENAG PADANGSIDIMPUAN ‘MARAH’



KAKAN KEMENAG PADANGSIDIMPUAN ‘MARAH’ DI RUANG DPRD SAAT RDP DENGAN FP2KP


P.Sidimpuan STT Blog

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Padangsidimpuan, Drs Efri Hamdan Harahap tidak dapat menahan emosinya kala mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di gedung DPRD Padangsidimpuan, mengenai permasalahan yang terjadi di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Padangsidimpuan pada Senin (27/1) sore.

Ia menyesalkan laporan dan kedatangan Forum Peduli Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan (FP2KP) MAN 2 Padangsidimpuan yang memohon pendampingan, dukungan dan bantuan ke Ketua DPRD c/q Komisi III DPRD Padangsidimpuan.  FP2KP dalam Suratnya No:04/FP2KP/MAN2/I/2014 yang di tanda tangani Mahran Alfian Siregar S.Ag, M.Si (Ketua) Masyuddin Harahap S.Ag, M.Si (Sekretaris) diantaranya menyampaikan bahwa Kepala Sekolah MAN 2 Dra Wasliah Lubis S.Pd,MA melakukan diskriminasi terhadap guru berdasarkan daerah/marga dan kedekatan individual. Sejak Dra Wasliah Lubis S.Pd,MA menjadi Kepala sekolah MAN 2, animo masyarakat untuk memasukkan anaknya ke kesekola itu jadi menurun. Melakukan audit investigativ terhadap keuangan MAN 2. Menuduh Kepala MAN 2 melakukan pungli Rp.15.000, dengan dalih untuk kegiatan HUT PGRI serta berbagai tudingan lainnya terhadap Dra Wasliah Lubis S.Pd,MA.

Setelah mendengarkan tudingan dari FP2KP dan keterangan dari Dra Wasliah Lubis S.Pd,MA, Sekretaris PGRI Kota Padangsidimpuan Kostan Pasaribu S.Pd.SE , Komite  MAN 2 yang diwakili  Ir.H.Hasan Zaini Nasution dan Drs HM Yunan Siregar. Mendengarkan masukan dari Kepala Dinas Pendidikan Padangsidimpuan Drs ABD Rosad Lubis MM dan  Ketua Dewan Pendidikan Drs M.Yusar Nasution, Kakan Kemenag mulai terlihat emosi. Pada gilirannya menyampaikan pendapat di forum RDP yang di pimpin Ketua Komisi III DPRD Khoiruddin Nasution bersama Khoir Rambe dan Sahrun Harahap ini, ia melontarkan kalimat dengan nada tinggi. 

Dikatakannya “ tuduhan diskriminasi berdasarkan daerah, suku atau marga tidak layak di lakukan seorang pendidik, ini mencoreng kewibawaan guru dan mempermalukan MAN 2. Keberadaan guru justru untuk mengkondusifkan lingkungan belajar bukan sebaliknya. Ini menunjukkan bahwa oknum di FP2KP ini tidak memahami makna simbol yang di pakainya. Segala perbuatan akan menerima resiko dan hal ini akan di tindak lanjuti , tidak tertutup kemungkinan bahwa ini akan dilanjutkan ke Kanwil Kemenag” ancam  Hamdan. 

Kakan Kemenag juga menyampaikan bahwa setiap perbuatan akan menerima ganjaran yang setimpal serta berharap seluruh jajaran Kemenag agar menghayati simbol/logo  yang melekat dan selalu di pakai untuk di amalkan yaitu Ikhlas Beramal.” Logo tersebut bukan hanya hiasan” tegasnya.
 
Tuduhan yang di lontarkan FP2KP mengenai pungli Rp.15.000, dengan dalih untuk kegiatan HUT PGRI terbantahkan dari keterangan Sekretaris PGRI Kota Padangsidimpuan Kostan Pasaribu S.Pd.SE. “ Sesuai hasil musyawarah PGRI yang di hadiri para kepala sekolah setiap anggota di bebankan Rp.15.000, untuk pelaksanaan rangkaian acara HUT PGRI di Kota Padangsidimpuan.” Ujarnya.

Kebenaran akan timbul sendiri
Dra Wasliah Lubis S.Pd,MA yang baru bertugas 7 bulan di MAN 2 Padangsidimpuan sebelumnya tidak di perhitungkan menjadi kepala sekolah di tempat tersebut. Kebijakannya dalam merombak manajemen di sekolah tersebut, oleh sebahagian oknum guru di salah interpretasikan. Ritme dan disiplin yang di terapkan Dra Wasliah Lubis tidak terikuti beberapa tenaga pendidik sehingga timbul ketidak senangan, konon lagi sudah ada oknum yang di gadang gadangkan untuk jadi kepala sekolah di MAN 2. Selain itu ada oknum yang selama ini mengelola asset MAN 2 seperti penyewaan gedung pertemuan, wisma, kantin dan tempat foto copy diganti oleh kepala Sekolah.

Ketika hal ini di konfirmasi kepada Wasliah lubis, ia menjawab “ Ini proses pendewasaan dan kebenaran akan timbul sendiri, kalau ada persoalan di kalangan guru, jangan suruh anak didik untuk mogok belajar. Hal ini akan merugikan anak tersebut” ucapnya sembari tersenyum dan mohon pamit. (Anas)
Berita ini dapat juga di baca pada HARIAN ORBIT dan SKM SUARA MASA








2 komentar: