20 Maret 2016

Masyarakat Rimba Soping Angkola Julu Minta bangunan Madrasah

P.Sidimpuan STT Blog______ Masyarakata Desa Rimba Soping Kecamatan Angkola Julu meminta kepada pemerintah Kota P.Sidimpuan agar mendirikan Madrasah di desa tersebut. Hal ini di sampaikan tokoh masyarakat Desa Rimba Soping, Mangarahon Siregar atau Iyan beberapa waktu yang lalu. Dikatakannya bahwa keberadaan Madrasah tersebut sangatlah penting mengingat desa yang berpenduduk 360 KK tersebut hanya satu KK yang nonmuslim. Sementara di desa itu terdapat sebanyak 168 orang anak usia Sekolah Dasar yang setara usia anak Madrasah. Mangarahon Siregar menjelaskan bahwa warga telah menyiapkan atau membebaskan lahan buat pertapakan tersebut tersebut. Lahan yang di bebaskan untuk pembangunan madrasah tersebut sekitar 400 meter yang memungkinkan bisa di bangun 3 lokal. Mengingat bahwa kebutuhan adanya madrasah di desa itu sangatlah mendesak. Konon pada saat ini pemerintah Kota P.Sidimpuan telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang wajib baca tulis Al-Quran. “ anak anak dari desa ini mengalami kesulitan masuk pada sekolah yang mengharuskan pandai baca tulis Al-Quran. Apalagi bila nanti kemampuan baca tulis Al-Quran tersebut harus di buktikan dengan Ijazah, maka anak anak kami akan mengalami kendala dalam melanjutkan pendidikannya” ucap Iyan. Hal senada juga di sampaikan warga lainnya yakni Rahim Sagala, bahwa pengajuan pembangunan Madrasah di Desa Rimba Soping sudah sering mereka sampaikan melalui Musrembang Kecamatan. Tapi sampai saat ini belum ada tanda tanda bahwa akan ada realisasinya. Rahim Sagala juga menagih janji anggota DPRD Kota P.Sidimpuan Dapil Aangkola Julu yang pada masa kampanye telah menjanjikan akan membangun Madrasah yang sudah mereka idam idamkan di desa Rimba Soping. Sejauh ini pendidikan baca tulis Al-Quran bagi anak anak di desa Rimba Soping khususnya di lorong I dan II adalah atas kerelaan ibu Siti Ogun Harahap mengajari anak anak mengaji di rumahnya seusai sholat magrib. Sekitar 50 orang anak anak belajar mengaji secara bergilir dan berkelompok di rumah ibu Siti Ogun Harahap dengan fasilitas seadanya tanpa honor yang jelas, semata mata bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap anak anak Muslim. (Anas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar