13 Februari 2012

Di P.Sidimpuan E-KTP Diperkirakan Tidak tepat waktu



Padangsidimpuan

Memasuki awal tahun 2012, pelaksanaan program Elektronik-KTP (E-KTP) di Padangsidimpuan, belum menunjukkan hasil menggembirakan. Bahkan target yang dicanangkan pada bulan april nanti e- KTP  sudah mulai dilaunching di daerah ini kemungkin besar tidak terwujud alias molor.

Lambatnya pelaksanaan E-KTP di Padangsidimpuan juga diauki oleh pengawai kependudukan dan catatan sipil kota Padangsidimpuan. Pasalnya, perangkat yang harusnya sudah sampai di masing-masing kecamatan yang pendistribusiannya melalui konsorsium dari Jakarta, namun saat ini masih belum. Demikian juga belum dilakukannya pelatihan /pendidikan kepada tenaga operator  yang menangani E-KTP nantinya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Padangsidimpuan  Drs. H Satia Halomoan Dongoran, kemarin (9/2) mengatakan, pihaknya masih menunggu konsorsium dari Jakarta sebegai penyedia perangkat termasuk mesin yang dibutuhkan untuk pembuatan  E-KTP. “Perangkat yang sudah masuk itu sudah didistribusikan ke kecamatan namun belum semuanya, yang akan menjadi operator nantinya sudah kita persiapkan orang orangnya. Kita menunggu agar senuanya berjalana sesuai program pemerintah. ”ujar Satia Halomoan.

Keberadaan Disdukcapil sendiri diakui Satia Halomoan hanya sebatas mobilisasi masyarakat serta kerja sama dengan Kecamatan dalam menyediakan tempat untuk proses e-KTP ini. Sementara yang menangani E-KTP ini sepenuhnya diserahkan ke semua kecamatan termasuk kerja sama dengan konsorsium dalam memberikan pendidikan kepada operator.

Masyarakat yang berpikiran seperti ini banyak di kota Padangsidimpuan. Oleh karena itu Kepala Disdukcapil Satia Halomoan didampingi Kabid kependudukan Hj.Sumiati Siregar, dan Kabid Pencatatan Sipil Sendetua meminta masyarakat khususnya yang KTPnya sudah mati jangan menunggu hadirnya KTP elektronik. ” jadi jangan di tunggu e-KTP tersebut, bila KTP model SIAK telah habis masa berlakunya, segera urus kembali. Sebab kalau menunggu e-KTP kita tidak dapat memastikan kapan itu akan keluar. Contoh beberapa Kabupaten Kota yang sudah lebih dulu berproses, namun masih banyak hingga saat ini e-KTP yang belum keluar. Jadi kami himbau kepada masyarakat P.Sidimpuan jangan menunggu e-KTP itu terrealisasi, urus saja sekarang bila membutuhkan KTP ” ucap Sende.

Pada kesempatan ini Sende Tua dan Hj.Sumiati Siregar menjelaskan bahwa program nasional e-KTP ini sepenuhnya kegiatan Pemerintah Pusat. Perlu di luruskan anggapan bahwa Pemda lamban dalam proses ini, itu adalah  penilaian yang kurang tepat. Karena penyedia perangkatnya adalah konsorsium yang bermitra dengan pemerintah pusat. (Anas)
 

10 Februari 2012

Hindari Bahaya Narkoba, NNB Angkola Julu Gelar Sosialisasi Penyalah Gunaan Narkoba


Padangsidimpuan (Berita) :
 Untuk menghindari atau mengantisipasi kemungkinan terjadi dampak bahaya mengkonsumsi Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba), Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Joring Natobang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan gelar sosialisasi bahaya penyalah gunaan narkoba di balai Desa Joring Natobang, Selasa (7/2).
Pantauan Berita dilokasi, acara berlangsung tertib dan lancar dengan dihadiri unsure Muspika Kecamatan Psp Angkola Julu yang terdiri dari camat, Polsek Psp Hutaimbaru, Babinsa, para Kepala Desa, Tokoh masyarakat dan tokoh agama serta perwakilan muda-mudi (NNB) dari beberapa desa se- Kecamatan Psp Angkola Julu dengan nara sumber dari Polresta Padangsidimpun, yaitu Kasat Bimas AKP Ali Nurman Siregar.
Ketua panitia sosialisasi, Ongku Fauzi Harahap kepada wartawan mengatakan, sosialisasi ini dilaksanakan untuk menghindari kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak dinginkan akibat dari penyalahgunaan narkoba tersebut, kata Ongku.
Sosialisasi ini berawal dari kemauan kawan-kawan NNB yang peduli terhadap berbagai dampak lingkungan yang salah satunya adalah dampak dari penyalahgunaan narkoba itu, kemudian kami sepakat untuk melaksanakan sosialisasi ini dengan melibatkan unsure pemerintahan dan Muspika setempat dan Alhamdulillah kegiatan kami ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak, khususnya unsure Muspika yang terdiri dari Camat, Kapolsek, Babinsa, para Kepala Desa dan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta kawan-kawan NNB se- Kecamatan Psp Angkola Julu,  lanjut Ongku.
Dilain pihak, Kapolresta Padangsidimpuan AKBP Andi S Taupik melalui Kasat Bimas AKP Ali Nurman Siregar dalam arahannya mengatakan, bahaya dari penyalahgunaan Narkoba ini sudah cukup banyak yang terjadi, seperti meningkatnya pelaku kenakalan remaja yang menimbulkan kerugian baik bagi diri sendiri maupun orang lain, sebut Ali Nurman.
Maka diharapkan kepada semua lapisan masyarakat, khususnya bagi kalangan NNB dan remaja agar cukup hanya mengenali jenis-jenis narkoba dan mengaetahui bahaya dari penyalahgunaan narkoba tersebut dan jangan pernah coba-coba untuk mengkonsumsinya.


“ masyarakat diharapkan cukup mengenali dan mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba dan jangan pernah coba-coba untuk mengkonsumsinya “, harap Ali Nurman. 
Padangsidimpuan, 8 Februari 2012

9 Februari 2012

H.Jamalubbin Hsb Anggota DPRD Prov Sumut Dapil VI Reses


P.Sidimpuan 08/2/2004
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dari Praksi Demokrat H.Jamaluddin Hasibuan mengadakan reses . H.Jamaluddin Hsb yang terpilih jadi anggota DPDR SU dari Dapil VI yang meliputi Kota P.Sidimpuan, Kab.Tapsel, Kab. Madina, Kab.Paluta dan Kab Palas mengadakan pertemuan dengan Konstituennya di Dapil VI salah satunya dilaksanakan pada Rabu 08/0/2012 di Jalan Setia Budi Komp. BI Kota P.Sidimpuan.
Diantara ratusan masyarakat yang hadir terdapat Ketua PD Kab. Tapsel H.Sutor Siregar. Anggota DPRD Tapsel dari Fraksi Demokrat Hasbin Sitompul dan Yakub Hasibuan. Tokoh masyarakat , tokoh agama , tokoh adat dan sejumlah kader PD lainnya. Pada Kesempatan tersebut H.Jamaluddin Hsb menyampaikan bahwa upaya Anggota 2 DPRD SU dari Dapil VI  dalam memajukan daerah ini sudah sangat maksimal. Hanya barangkali kurang ter Ekspos media. Dikatakannya ” pada kesempatan reses seperti ini, kami menjumpai bapak ibu sdr untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan yang ada khususnya di Dapil VI ini. Dari sini akan kami bawa ke DPRDSU untuk di tindak lanjuti, Sehingga permasalahan dapat di selesaikan, terutama yg menyangkut pembangunan kebutuhan masyarakat banyak ” paparnya. Ketika di tanya apakah ia akan maju pada  Pilkada Kota P.Sidimpuan yang akan di laksanakan pada tahun ini , ia mengatakan ” Kalau masyarakat mendukung dan Partai Demokrat memberikan amanah ke pada saya..Insya Allah saya siap” Ujarnya. Rangkaian acara reses pada saat itu di isi juga dengan hiburan Musik. ( Sidimpuan Tagaselta/ANAS)

Poto Dokumentasi Maraiman Rambe




















 

Seorang PNS menipu 2 warga Singali P.Sidimpuan.



P.Sidimpuan

Istilih TMT (Teman Makan Teman) di peraktekkan oleh seorang oknum PNS yang bertugas di SMP Negeri 7 Joring Kec.P.Sidimpuan Angkola Julu yang ber inisila AA Harahap (53 tahun) warga Desa Singali Kec. Psp Hutaimbaru Padangsidimpuan (Psp) . Ke 2 korban yakni Asrul Sagala dan Partuaan Siagian.
Kejadian ini pada pertengahan tahun 2009. Berawal dengan dalih minta tolong untuk keperluan keuangan yang sangat mendesak, oknum AA Harahap yang berdomisili di Desa Singali mendatangi sahabatnya Asrul Sagala sesama warga Desa Singali,  AA Harahap meminjam uang sebesar Rp.10 Jt dengan jaminan pertapakan rumah, merasa hiba uang sebesar Rp.10 Jt tersebut di berikan Asrul Sagala  Berselang beberapa bulan kemudian  AA Harahap  mendatangi Asrul Sagala  meminta agar pertapakan tanah tersebut di beli saja oleh Asrul Sagala, singkat cerita masing masing sudah sepakat uang sudah di terima AA Harahap Rp.20 Jt. Namun muncul persoalan baru, ibu kandung dari AA Harahap  mengatakan bahwa jual beli tanah/pertapakan tersebut tidak bisa, karena itu bukan milik AA Harahap, karena tanah tersebut milik ayah kandung AA Harahap yang masih hidup dan belum pernah di berikan atau di hibahkan kepada AA Harahap. Merasa di permainkan oleh  AA Harahap, maka Asrul Sagala melaporkannya kepada Kepala Desa Singali Kec. Psp Hutaimbaru Sahlan Tuah Hrp.MPd. Menindak lanjuti laporan warganya Kades mempertemukan kedua belah pihak untuk berunding di mana tercapai kesepakatan bahwa AA Harahap akan mengganti dengan pertapakan yang baru namun harganya lebih mahal. Asrul Sagala menyanggupinya karena Kepala Desa merekomendasikan bahwa tanah pengganti tersebut milik AA Harahap. Sesuai kesepakatan harga tanah tersebut Rp.35 juta telah di lunasi Asrul Sagala dan Biaya Balik Nama (BBN) dari tanah tersebut telah di serahkan kepada Kepala Desa sebesar Rp.1 juta. Namun sampai hari ini tanah tersebut belum bisa di kuasai dan surat tanah tersebutpun belum ia terima.
Korban AA Harahap berikutnya  Partuaan Siagian.
Partuaan Siagian masih tetangga dari   AA Harahap, dia nggak tahu kalau Asrul ada masalah sama AA Harahap. Kejadiannya hampir bersamaan dengan permasalahan Asrul. Partuaan Siagian di datangi  AA Harahap minjam duit untuk keperluan yang sangat mendesak. Sebagai jaminannya sebidang sawah milik AA Harahap di pinjamkan (Kontrak) atau di olah Partuaan Siagian. Disepakati Partuaan Siagian mengusahai sebidang sawah selama 3 (Tiga) tahun dan AA Harahap menerima Rp.10 Jt dari Partuaan Siagian. Berselang sekitar 5 bulan kemudian datanglah AA Harahap menemui Partuaan Siagian yang minta tolong di pinjami lagi uang dan sebagai gantinya sebidang Sawah di sebelah sawah yang di kotrak terdahulu. Partuaan menyanggupi dan  menyerahkan uang Rp.7 Jt, selang 2 bulan di serahkan lagi uang Rp.1.Jt jadi total 18 jt. Setahun kemudian Partuaan Siagian mendengarkan kalau sawah yang di kontraknya itu telah di kontrakkan kepada orang lain, kemidian ia mempertegasnya kepada AA Harahap,  yang bersangkutan tidak menjawab pasti..kemudian Partuaan meminta uangnya di kembalikan karena uang tersebut tadinya untuk membeli pertapakan rumah...kiranya gayung bersambut AA Harahap menyatakan bahwa ada tanah yang pas untuk Partuaan. Singkat cerita deal...tanah di ukur..partuaan nambah lagi Rp.4 jt.. Tanggal 21 Oktober 2009 AA Harahap, di buatlah surat jual beli tanah sesuai ukuran batas dsb disaksikan oleh para saksi diketahui Bapak Kades Singali lengkap dengan Stempelnya. Namun sampai berita ini di turunkan Partuaan belum menerima surat tanah tersebut. Pada tgl 15 Juli 2011 persoalan ini telah di Lapor ke Polsek Hutaimbaru oleh Asrul Sagala dan Partuaan Siagian sesuai STPL No.Pol: STPL/28/VII/2011/Polsek. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Ketika hal ini di konfirmasi kepada Kades Singali Sahlan Tuah Hrp.MPd yang juga dosen di salah satu PTS di Psp membenarkan persoalan ini dan mengatakan ”persoalan ini sedang kita mediasi, beberapa waktu yang lalu sudah di buat surat perdamaian antara lain menyatakan AA Harahap akan memenuhi kewajibannya dalam waktu 3 bulan dan di ketahui anggota polisi Hutaimbaru. Namun sekarang AA Harahap mencoba berkelit dari tanggung jawabnya. Bahkan terkesan mengadakan perlawanan” ungkapnya. Beberapa kali awak koran ini menghubungi AA Harahap namun tidak berhasil di temui dan sudah tidak betah berlama lama di SMP 7. Dari beberapa inpormasi yang di dapat, korban penipuan AA Harahap bukan hanya yang dua orang ini saja. Anas

6 Februari 2012

Jelang Pilkada Sidimpuan KTP Laris Manis, Calon Kandidat Sepi Promosi

*ikhwan nasution. Medan Bisnis
 
Perhelatan pesta demokrasi di kota Padangsidimpuan  yang direncanakan tahapannya dimulai pada bulan Mei mendatang masih terlihat sepi peromosi kandidat.
 
Sejumlah nama bakal kandidat yang akan meramaikan pesta demokrasi pilkada kota Padangsidimpuan kali ini sudah di isukan dari mulut ke mulut diantaranya Rahmat Nasution (Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan), Andar Harahap (anak Bachrum Harahap Bupati Paluta), Mara Gunung Harahap (Wakil Walikota Padangsidimpuan), Khaidir Ritonga (Anggota DPRD Propinsi), Isnandar (Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan), Khoiruddin Nasution (Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan), Habib Nasution (Karyawan  PT. Anugra Tetap Cemerlang).
  
Cikal Bakal Kandidat yang disebut-sebut akan bertarung dengan menggunakan perahu “layar” dari independen seperti Rahmat Nasution dan Habib Nasution mulai bergerilya mengumpul photo kopy KTP sebagai syarat dukungan.
 
Photo kopy KTP pun menjadi barang yang mahal dan laris manis saat ini. Pemilih saat ini lebih teliti untuk memberikan photo kopy KTPnya. Calon kandidat haruslah yang benar-benar memiliki nilai jual. Memiliki nilai jual tidak cukup menjadi syarat mendapatkan KTP tapi juga ada dil komitmen atau uang yang jumlahnya bervariasi semisal Rp.50.000 per lembar kopy KTP.
 
Para tim pengumpul Photo Kopy KTP yang menjadi kepercayaan para cikal bakal kandidat calon kepala daerah kota Padangsidimpuan sering muncul diwarung-warung kopi dan tempat-tempat ramai mangkal para penggiat politik di tingkat desa.
 
Penomena seperti ini menjadi menarik. Para penggiat politik ditingkat desa mulai tertarik dengan tawaran dari tim pengumpul KTP untuk dapat seiring selangkah mendukung kandidat sesuai dengan yang ditawarkan. Kelihaian tim pengunmpul KTP saat ini ditantang untuk mendapat simpatik dari pemilih. Mereka mesti bisa meyakinkan pemilih agar relah memberikan kopy KTP berikut surat dukungan.
 
Ketua Tim Pengumpul photo kopy untuk syarat calon kepala daerah kota Padangsidimpuan Borkat Siregar, S.Sos ketika dimintai komentarnya, kemarin (4/2). Mengatakan, selama dua minggu dirinya bersama tim pengumpul KTP di enam kecamatan yang ada di kota Padangsidimpuan sudah berhasil mengumpulkan sedikitnya 7000 photo kopy KTP.
 
Borkat menjelaskan, pihaknya masih terus mengumpulkan photo kopy KTP sampai target sebanyak 14.800 kopy KTP atau berkisar 10 persen dari jumlah pemilih di kota Padangsidimpuan. “Saya optimis target tersebut dapat di selesaikan sampai akhir maret mendatang,’katanya.
 
Dari kopy KTP yang mereka kumpul tersebut tergantung bagaimana mereka mendapatkannya dan menyakinkan pemilih sehingga untuk mendapatkannya tidak mesti harus pakai uang. Ini kita peroleh dengan gratis,” katanya menepis isu kopy KTP tersebut menjadi barang mahal dan hanya didapat dengan imbalan uang recehan secara bervariasi mulai dari Rp. 50.000 s/d Rp. 100.000 per kopy KTP berikut surat dukungan.
 
Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Arbanur ketika konfirmasi lewat selulkarnya, Sabtu (4/2) mengatakan bahwa pihaknya belum menentuykan jadwal tahapan pilkada kota Padangsidimpuan. Rencananya kemungkinan besar tahapan pilkada kota Padangsidimpuan akan dimulai bulan Mei mendatang.
 
“Kita masih akan melakukan pleno pada hari rabu besok, namun kemungkinan tahapan akan kita mulai pada bulan mei,”katanya.
 
 
Padangsidimpuan, 5 Pebruari 2012

 
IKHWAN NASUTION

5 Februari 2012

Narkoba Mesin Pembunuh No.1

menyebukan bahwa 15.000 orang meninggal pertahun disebabkan oleh narkoba. Narkoba merusak jaringan tubuh khususnya otak pemakainya sehingga tanpa sadar pengguna narkoba tersebut mengalami kerusakan otak dan jaringan yang akhirnya mengakibatkan meninggal dunia. Bukan saja perusakan secara fisik yang diakibatkan oleh narkoba melainkan kerugian secara finansial. Berapa milyar anggaran yang harus disiapkan oleh suatu negara untuk memberantas narkoba, Tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk merehabilitasi anaknya yang terkena narkoba. Dan akibatlain yang tidak kalah ngerinya adalah rusaknya hubungan antar anggota keluarga. Seorang anak yang patuh bisa menjadi berani dan melawan pada orang tuanya jika sudah terkena virus ini. Jika para pemuda sudah rusak, maka satu generasi dari suatu negara bisa hilang yang pada akhirnya menyebabkan negara itu lemah dan mudah dijajah oleh bangsa lain.
NARKOBA adalah musuh yang lebih berbahaya dibandingkan teroris, jika teroris seperti amrozi cs hanya bisa menghancurkan Paddy's cafe di Bali dan membom kedutaan Australia, dampaknya tidak akan lebih dari 5 tahun dan itupun tidak merusak seluruh tatanan kehidupan. Tapi Narkoba lebih bahaya lagi, tidak bisa diberantas dengan menghukum mati para pengedarnya saja. Dampaknya walaupun kecil tapi dengan perlahan tapi pasti NARKOBA telah dan akan merusak negeri ini dalam jangka waktu yang lama.
Sikap pemuda yang suka coba-coba, menjadi penyebab utama banyanya pengguna narkoba. Emosi yang labil dan tidak punya teladan yang baik menyebabkan meraka terjerumus kedalam lembah hitam Narkoba. Tanggung jawab semua pihak untuk membrantas narkoba, untuk Indonesia yang lebih baik...
HINDARI NARKOBA


P.Sidimpuan tuan rumah Rakerda I dan HUT ke 39 PDI-Perjuangan Sumut


         Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Gedung Nasional Padangsidimpuan (Psp) 2 s/d 4 Pebruari 2012 dan dibuka secara resmi  oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan Ir. Mindo Sianipar. Rakerda ini juga dihadiri anggora DPR-RI dari PDI-P Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut DR. Yasona Laoly, Pimpinan dan unsur pengurus DPD PDI-P Sumut diantaranya Ir. Taufan Agung Ginting, MSP, Eddi Rangkuti, Budiman P. Nadapdap, SE,Sekretaris DPD H.M Afan ,SS,Sarma Hutajulu selaku ketua panitia, dll, pimpinan dan pengusus DPC PDI-P Kabupaten / Kota Se Sumut, Ketua DPRD Sumut diwakili Kamaluddin Harahap, Bupati / Walikota se Sumut diantaranya Bupati Sergei H. T Erry Nuradi, Bupati Paluta Drs. H Bachrum Harahap, Wakil Bupati Ir. Riskon Hasibuan, Walikota Padangsidimpuan diwakili H Mara Gunung Harahap, SE, MM, Bupati Tapteng Bonaran Situmeang, SH, Walikota Sibolga Syafri Hutauruk, Wakil Bupati Samosir  Mangadap Sinaga, Ketua DPRD Kota Psp H.Azwar Syamsi Lubis.SE dan beberapa anggota DPRD lainnya.
Turut  hadir ketua dan jajaran pengurus DPC PDI-P Kota Pspasing-masing Taty Ariani Tambunan, SH, Rudi Hermanto, dll, pimpinan sayap partai dari Relawan Perjuangan Demokrasi, Taruna Merah Putih, Banteng Muda Indonesia dan Baitul Muslimin, pimpinan  Parpol se Kota Psp, unsur Muspida, pimpinan OKP, dll.
Dalam amanat pembukaannya, Ir Mindo Sianipar berpesan, agar kader PDI-P di Sumut senantiasa menjunjung tinggi pesan Bung Karno agar selalu memegang teguh prinsip dengan mengabdi kepada rakyat.
Ir. Mindo mengatakan, dalam menghadapi pemilihan Calon Legislatif (Caleg) 2014 mendatang, jauh-jauh hari seluruh kader PDI-P mempersiapkan diri sebelum undang-undang  Parpol yang baru disahkan pemerintah.
" Kita melihat peran masyarakat sangat menentukan nasib para caleg nantinya, sehingga jika jauh-jauh hari kita mempersiapkan diri akan bisa kembali masuk dalam daftar caleg, sebelum undang-undang Parpol disahkan 2013 nanti, " ujar Mindo.
        Mindo juga mengatakan, Sumut selaku daerah yang memiliki potensi untuk kemenangan dalam Pemilu 2014 nanti, dijadikan prioritas bagi DPP dalam pembinaan terhadap para kader partai.

Sementara itu ketua DPD PDI-P Sumut Panda Nababan dalam pidato politiknya yang disampaikan sekretaris H Mhd. Affan, SS mengatakan memasuki tahun 2012 PDI-P diberikan amanah untuk melaksanakan tugas-tugas kerakyatan melalui 5 mantap yakni mantap ideologi, mantap organisasi, mantap kader, mantap program dan mantap sumber daya.
“ Program 5 mantap ini harus mendasari kita untuk dapat bangkit meraih kemenagan pada Pemilu 2014, sehingga semua struktural dan petugas partai wajib mempunyai rencana kerja kerakyatan dengan mengembangkan fungsi-fungsi kepemimpinan kerajyatan dengan melihat keluar, melihat denyut dan dinamika masyarakat serta membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, ia mengharapkan agar peserta Rakerda dapat lebih cerdas, dimana program yang akan diputuskan bersama bisa dioperasionalkan dan terimplementasi dalam kerja-kerja kerakyatan, “ paparnya.         Sebelumnya wakil Walikota Padangsidimpuan H Mara Gunung Harahap, SE, MM dalam sambutannya merasa bangga dengan dijadikannya kota Padangsidimpuan sebagai tempat Rakerda PDI-P tingkat Sumut, “ kami mengharapkan melalui rakerda ini dapat menghasilkan rekomendasi dan keputusan internal dan eksternal serta sikap politik partai terhadap kondisi kebangsaan dan kedaerahan yang dirumuskan melalui sidang pada komisi masing-masing, “ ujar Wakil Walikota H Mara Gunung Harahap, SE, MM.
       Sedangkan ketua DPC PDI-P Kota Padangsidimpuuan Taty Ariani Tambunan mengucapkan terima kasih kepada jajaran PDI-P Sumut yang mempercayakan kota Padangsidimpuan menggelar Rakerda I PDI-P, “ amanah ini akan kami jalankan hingga selesai rakerda, “ jangankan tingkat Rakerda, kongres pun kita siap jadi tuan rumah, “ tegasnya, yang disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.
       Ketua panitia Sarma Hutajulu juga melaporkan, peserta Rakerda diikuti 215 peserta dari 33 DPC PDI-P se Sumut dan sayap partai yang berlangsung selama 3 hari.
Pada Acara Hut ke 39 PDIP wilayah Tabagsel, Tapteng dan Kota Sibolga, di pusatkan di Alaman Bolak Psp (4/2)dengan berbagai acara seperti Gerak jalan yang di ikuti ribuan warga PDIP dan simpatisan, Lucky Draw,hiburan dan Penyerahan Tali Asih kepada anak yatim serta senioren PDIP di Tabagsel diantaranya kepada keluarga Alm. Masmin Lubis, Dohar Budi.S.Siregar, M.Aldi Nasution dan Ali Anafiah SH. (Anas)










Jangan Berbuat Curang dalam Sertifikasi Guru 2012

Kuota sertifikasi guru untuk 2012 diperkirakan turun awal Januari. Dengan begitu, semua guru yang merasa masuk nominasi sertifikasi diharapkan bersabar.
Yang penting, guru tidak tergiur iming-iming pihak yang menjanjikan bisa masuk kuota sertifikasi. Masalahnya, kuota sertifikasi berdasarkan seleksi NUPTK (nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan) dilakukan secara online.

Pemerintah pusat yang langsung menentukan kuota sertifikasi. Diknas kota dan kabupaten sebatas melakukan verifikasi serta melapor bila ada peserta yang akhirnya tak bisa memenuhi kesempatan itu. Misalnya, ada guru yang saat ini berpeluang masuk kuota sertifikasi tapi saat pelaksanaan sertifikasi terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Misalnya ada guru yang meninggal dunia waktu pelaksanaan sertifikasi. Maka, kapasitas diknas sebatas mengusulkan untuk men-delete (mencoret). Diknas kota dan kabupaten tidak memiliki kebijakan untuk menunjuk siapa peserta pengganti,” Demikian di sampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota P.Sidimpuan Drs. Masuddin Lubis ketika di minta tanggapannya seputar kuota sertifikasi guru untuk 2012
Di jelaskan Drs. Masuddin Lbs “Dalam seleksi melalui NUPTK, wewenang diknas kota terbatas. Namun diknas memiliki kewenangan penuh untuk mengontrol. Terkait fungsi kontrol, diknas membuka pintu seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memberikan masukan terkait peserta sertifikasi yang masuk kuota. “Kalau ada peserta (guru) masuk kuota tapi sebenarnya curang, masyarakat berhak melapor. Kami akan menindaklanjuti,” tandasnya.
Saat proses pembaruan atau mendaftar NUPTK, diknas mengimbau agar pengisian
data dilakukan secara jujur serta teliti. Pengisian kolom NUPTK diharapkan tidak dilakukan secara sembarangan seperti yang sering dilakukan beberapa guru selama ini. Terutama dalam menulis lamanya masa kerja, diknas mengimbau agar benar-benar sesuai fakta.

Sebab, masa kerja urgen untuk menentukan kesempatan seorang guru masuk dalam daftar nominasi sertifikasi atau tidak.
“Tapi bukan tidak mungkin ada guru yang mencoba-coba memalsukan data. Nah, kalau nantinya lolos (masuk kuota), siapapunyang mengetahui wajib melaporkan,” tegas Masuddin Lbs.

Berdasarkan laporan yang masuk, diknas akan menindaklanjuti dengan melakukan verifikasi ulang terhadap guru yang bersangkutan. Kalau terbukti curang, guru tersebut diusulkan dicoret. “Sampai saat ini kami belum ada menerima laporan kecurangan itu. Prinsipnya, kami mengajak semua peserta jujur,” kata dia. (Anas/Hamzah S)

LPJU Jalan Protokol Banyak Mati, Dana Perawatan 1 Juta sehari

Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKP2K) dipertanyakan menggunakan dana pemeliharaan Lampu Penenerangan Jalan Umum (LPJU), karena anggaran dinas tersebut tidak maksimal untuk pengadaan perawatan lampu-lampu penerangan jalan umum yang ada.

Pantauan wartawan Suara Masa beberapa malam hari belakangan ini, Lampu PJU yang mati terdapat disejumlah titik pada ruas jalan di kota Padangsidimpuan (Psp). Semisal pada sejumlah titik di sepanjang jalan Tengku Rizal Nurdin mulai dari Akper Suhada, Keluarahan Sihitang sampai pada Desa Manegen.

Lampu penerangan jalan umum ini menjadi penomena yang kurang menggairahkan untuk kondisi kawasan kota. Dengan matinya lampu jalan tersebut dapat meangganggu aktivitas pengendara dan rawan bagi pelaku kiriminal.

Beberapa narasumber yang melintas dijalan Tengku Rizal Nurdin (jalan protokol lintas sumatera ini -red) mengeluh karena banyak lampu- lampu PJU sepanjang jalan yang mati, kalau ini dibiarkan terus dapat membahayakan pengendara”ujarnya.
Ikhwan Nasution salah satu sumber menjelaskan, lampu jalan umum mati terkesan dibiarkan oleh Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKP2K). Pasalnya lampu penerangan jalan umum di kawasan ini sudah lama berlangsung, hal ini terpantau dari tidak adanya perawatan dari kaca dan bola yang sudah putus dari dinas tersebut.

Seperti halnya lampu jalan pada tiang tikungan akper suhada yang bersebelahan dengan Mesjid Penduduk, desa Palopat Padangsidimpuan Tenggara  disamping suasananya yang angker pada malam hari lebih diperparah lagi dengan matinya lampu jalan.

Diduga, pihak DKP2K sengaja mengulur waktu untuk memperbaiki lampu jalan umum yang mati sampai pada akhir tahun, hal ini untuk mengurangi kost pengeluaran biaya rutin yang dialokasikan untuk kegiatan ini. Atau bola lampu yang dibeli menggunakan bola murah tanpa menghiraukan kwalitas SNI. Sehingga tidak jarang juga bola lampu yang dipasang hanya tahan beberapa hari atau beberapa minggu saja.

Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKP2K) Kota Padangsidimpuan melalui Kabid Taman, Dra. Kastiana Hutabarat didampingi Kasi LPJU, Faisal ketika dikonfirmasi, Jum’at (3/2) mengatakan, untuk perawatan LPJU pemerintah kota Padangsidimpuan mengalokasikan anggaran sekitar Rp.1.000.000. perhari  pada tahun 2011 dan pada tahun ini juga berkisar angka yang sama. Namun dana itu masih tergolong kecil, katanya untuk merawat 3000 buah lampu jalan yang tersebar di wilayah kota Padangsidimpuan.
Dia merinci perkiraan kerusakan lampu jalan setiap bulannya mencapai 7-10 persen. Atau pihak dinas KP2K harus mengeluarkan biaya sebesar 30 juta per bulannya.

Pihaknya juga sudah membuat petugas yang langsung mengawasi untuk masing-masing jalur jalan dan melaporkan adanya lampu yang mati atau rusak.

“Dan apabila ada laporan seperti ini dari warga berarti kesalahan tersebut berada di tingkat petugas kita, kata Kabid sambil memanggil anggotanya, meminta untuk mengkroscek laporan warga tersebut. (Anas)

14 Club memperebutkan Piala Pangkostrad AY Nasution di P.Sidimpuan

Tournamen Sepak Bola AY Nasution Cup II kembali di gulir. Tournamen di mulai  sejak 30Jan sd 26 Peb 2012 di ikuti 14 Club dari 5 Kabupaten Kota yang ada di Tabagsel, pertandingannya di langsungkan di Stadion H.M.Nurdin Padangsidimpuan (Psp). Pada acara pembukaan Tournament ini Dandim 0212/KS Letkol Inf.Edi Hartono membancakan kata sambutan Pangkostrad Letjend TNI AY Nasution yang mengatakan “ Tournamen AY Nasution Cup ke II adalah ajang pembinaan serta untuk melahirkan atlit handal di bidang Sepak Bola dari Tabagsel. Selaku Putra Tabagsel adalah suatu kewajiban bagi kami untuk melahirkan prestasi tinggi bagi putra daerah ini yang di harapkan dapat membawa nama baik daerah di kancah Nasional maupun Internasional. Pada kesempatan ini juga di ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh kepala daerah yang ada di Tabagsel ini yang turut mengirimkan timnya bertanding di acara ini.”
Pada pembukaan acara tersebut hadir H.Nurwin Nasution adik kanandung Letjend TNI AY Nasution,  unsur unsur Muspida Kota Psp dan Tapsel. Wakil Bupati Tapsel Ir.A.Rapolo Siregar, Pengurus KONI Kota Psp dan Tapsel, Kepala SKPD, Camat Se Kota Psp,Danramil jajaran Kodim 0212/KS dan Ribuan masyarakat bola Kota P.Sidimpuan.
Asrul S pelatih Ps Salak Berduri Kota Psp yang timnya ikut pada Tournamen AY Nasution Cup II ketika di minta tanggapannya mengatakan “ atas nama warga Kota Psp khususnya masyarakat pecinta sepak bola di kota ini merasa berterima kasih atas di gelarnya tournament ini, kiranya tournament AY.Nasution ini dapat berkesinambungan serta lebih jauh Tournamen AY Nasution Cup ini jadi kalender tahunan bagi Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sumatera utara. Di Tabagsel sangat minim Tournamen jadi dengan adanya Tournamen AY Nasution di harapkan akan tumbuh atlit berprestasi dan pada akhirnya dapat melahirkan atlit atau pemain sepakbola yang mampu membawa nama baik Negara. Begitu juga ucapan terima kasih kepada jajaran Kodim 0212/KS yang melaksanakan Tournamen AY Nasution dengan baik dan yang utama telah turut merehab Stadion kebanggaan warga Kota Psp ini” ujar Asrul S yang akrab di panggil Cik Gu.
Klub yang tampil pada Tournamen AY Nasution Cup II adalah Ps FKPPI, Recika Fc. Ps. Paluta –A. Mabes FC.YPBMS. Bt.Toru Tapsel, Bt Angkola Selatan Fc Tapsel, Ps.Salak Berduri Psp, Ps.Paluta B, Ps.Palas-A, Ps.Madina-A. Ps Salambue, Ps.Palas-B.Ps.Madina –B. Direncanakan Grand Final pada tanggal 26 Peb 2012 yang sekaligus Tournamen AY Nasution Cup II ini akan di tutup langsung Pangkostrad Letjend TNI AY.Nasution.(Anas) 
@ Keterangan Poto . Pak Sitoru ber pose di samping piala berdilir
Tournamen AY Nasution Cup