10 Mei 2013

POLRES P.SIDIMPUAN OPS.SIMPATIK


POLRES P.SIDIMPUAN BAGIKAN BUNGA KEPADA PENGEMUDI






Wakil Ketua DPRD P.Sidimpuan Hj,Nur Hamidah Batubara menerima bunga dari Kompol Edison Sitepu,SH.M.Hum dan Ipda.M.Zein Harahap saat Ops.Simpatik Toba 2013 Polres P.Sidimpuan,Selasa (7/5).



P.Sidimpuan STT Blog
Jajaran Unit Lalu Lintas dan Kepala Satuan Polresta P.Sidimpuan membagikan bunga kepada pengemudi kenderaan yang melintas di Jalan Merdeka P.Sidimpuan,Selasa (7/5). Kegiatan yang di pimpin Wakapolres Kompol D.Panggabean tersebut dalam rangka sosialisasi Operasi Simpatik Toba tahun 2013 di jajaran Polresta P.Sidimpuan. Kegiatan Sosialisasi ini juga melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Polisi Militer P.Sidimpuan.

Selain membagikan bunga kepada para pengendara yang melintas, juga di lakukan penempelan stiker Ops. Simpatik Toba 2013 di beberapa kenderaan seperti Mobil,Motor dan Becak. Operasi Simpatik Toba 2013 di Kota P.Sidimpuan dilaksanakan mulai 7 Mei hingga 27 Mei 2013.

Wakapolres P.Sidimpuan Kompol D.Panggabean mengatakan bahwa Operasi ini di gelar guna meningkatkan kesadaran dan disiplin pengendara terhadap peraturan lalulintas saat mengendarai.
“ Operasi ini juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di P.Sidimpuan. Kami berharap masyarakat yang mengendarai kenderaan dapat tertib dan disiplin mematuhi peraturan. Adapun yang menjadi tugas pokok pada operasi ini, Polresta P.Sidimpuan dan jajaran beserta instansi terkait lainnya, untuk mengendepankan tindakkan prepentif melalui pendidikan dan penyuluhan lalulintas, didukung tindakan penegakkan hukum seperti tegoran simpatik berupa tilang dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dibidang  keselamatan ketertiban dan kelancaran berlalu lintas,” paparnya.

Kompol. D.Panggabean juga mengajak seluruh lapisan masayarakat untuk menaati seluruh peraturan lalulintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendera maupun pejalan kaki. Selain itu ia berharap khusus kepada pengguna kenderaan roda dua agar menggunakan Helm SNI, menyalahkan lampu light on pada siang hari, jangan menerobos lampu merah. Wakapolres P.Sidimpuan ini juga kampanyekan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjadi Pelopor keselamatan berlalu lintas. (Anas)

Berita ini dapat di baca pada HARIAN ORBIT,Skm SUARA MASA, MITRA dan AKTUAL

Disdik P.Sidimpuan UN SD tahun 2013


UN Sekolah Dasar di Kota P.Sidimpuan Lancar, 10 orang Siswa Absen


Wakil walikota Padangsidimpuan Muhammad Isnandar Nasution, S.Sos, anggota Komisi III DPRD M Syahnan Lubis, Kadisdik Drs.H.Abdul Rosad Lubis, MM dan Kepsek SDN 15 (200110), diabadikan bersama siswa/i kelas 6 yang baru selesai mengikuti UN hari pertama, di halaman sekolah SD 15, Jalan Masjid Raya Baru, Padangsidimpuan, Senin (6/5).

P.Sidimpuan STT Blog
Wakil Walikota P.Sidimpuan bernostalgia saat meninjau pelaksanaan UN tingkat Sekolah Dasar.
Tidak terasa sudah 34 tahun Wakil Walikota P.Sidimpuan Muhammad Isnandar Nasution, S.Sos menamatkan pendidikannya di SDN 15 (200110). Setelah kurun waktu yang cukup lama itu, wakil walikota mengaku sangat rindu ingin kembali hadir disekolah yang pernah mendidiknya hingga menduduki posisi orang nomor 2 di Pemerintahan Kota P.Sidimpuan, periode 2013-2018. "Saya merasa bahagia dan senang bisa bertemu dengan guru-guru SDN 15 sekaligus foto bersama dengan adek-adek siswa kelas 6 yang kebetulan baru saja selesai  mengikuti UN hari pertama mata pelajaran Bahasa Indoensia. Momen ini membangkitkan kenangan ketika saya masih siswa di SD 15," ucap Isnandar Nasution, usai melakukan peninjauan UN di sekolah tersebut, Senin (6/5).
  
Isnandar Nasution yang mantan anggota DPRD P.Sidimpuan selama dua periode 2004-2009, 2009-2013 saat meninjau pelaksanaan UN tingkat SD didampingi anggota Komisi III DPRD P.Sidimpuan M Sahnan Lubis, Kadisdik P.Sidimpuan Drs.H.Abdul Rosad Lubis, MM, Kabid Dikdas Rifai Tanjung, dan pengawas Disdik Daerah P.Sidimpuan  disambut hangat oleh Kepala Sekolah SDN 15 Rahmasari, SPd dan jajaran guru di sekolah tersebut.
Wakil walikota sesekali memperhatikan LJUN siswa apakah sudah lengkap datanya.  "Semoga lulus semua ya," pesan singkat walikota terhadap siswa/iSDN 15 sambil berlalu meninggalkan ruangan kelas. Dia mengakui sudah banyak perubahan di sekolah itu, "Paling membanggakan bahwa SDN 15 sekarang menjadi sekolah favorit dan tujuan orangtua siswa untuk menyekolahkan anaknya. Hal itu bisa terjadi karena sekolah  mampu mempertankan mutu lulusannya," puji M Isnandar.

Kepala SDN 15 , Rahmasari pada kesempatan tersebut mengatakan sebanyak 88 orang siswa peserta UN di sekolah itu hadir dan seluruh guru pengawas sistem silang juga bertugas dengan baik. "Tidak ada kendala baik distribusi naskah soal UN dan LJUN, semua dalam keadaan baik dan tepat waktu," ujarnya.

Ditambahkannya, dalam menyambut dan menyongsong UN ini pihak sekolah melakukan tambahan waktu belajar, try out membahas soal-soal mirip UN guna menambah wawasan dan ilmu siswa.
Wakil walikota Muhammad Isnandar Nasution pada kesempatan itu meminta Kadisdik Drs.H.Abdul Rosad Lubis MM untuk ketat mengawasi pelaksanaan UN ini supaya berjalan dengan baik jauh dari kecurangan. Selain meninjau sekolah ini wakil walikota juga meninjau SDN 1 (200101) yang di pimpin Hj Aminahsyam Sitompul, SPd, dengan jumlah murid peserta UN 85 orang dan SDN 12 yang berada disebelah SDN 15 dan SDN 1 pimpinan Kepsek Leli Silitonga dengan jumlah peserta UN  97 orang. 
  
Sebelumnya Kasi Kurikulum SD Dikdas P.Sidimpuan, Tamrin Siregar,AMa,Pd mengatakan jumlah peserta UN SD/MI Negeri dan Swasta TA 2012/2013 seKota P.Sidimpuan sebanyak 4.440 orang tersebar di 85 sekolah negeri dan 10 sekolah dasar swasta. Hingga hari ke dua sebanyak 10 orang siswa tidak hadir, 9 diantaranya tanpa surat keterangan.(Anas)

Berita ini dapat juga di baca pada HARIAN ORBIT, SKM SUARA MASA DAN MITRA

5 Mei 2013

Hardiknas di Tapsel thn 2013


Peringatan Hardiknas di Tapsel di Rangkai dengan Pameran Kreatifitas Pelajar,Pentas Seni dan Gelar Buku




Tapsel STT Blog
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2013 dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Upacara yang dipusatkan di Huta Raja Kecamatan Muara Batang Toru, dirangkai dengan Pameran kreatifitas pelajar dan pentas seni serta gelar buku. Upacara bendera peringatan Hardiknas tersebut di Pimpin langsung Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, Kamis (2/5)

Bupati Tapsel, H. Syahrul M Pasaribu saat membacakan pidato Mendikbud RI mengucapkan berterima kasih dan mengapresiasi apa yang telah diperbuat oleh seluruh insan pendidikan, pemerintah dan organisasi yang bergerak di dunia pendidikan dan pemangku kepentingan lain atas segala ikhtiar, kepedulian dan perhatian yang diberikan dalam menumbuh kembangkan dunia pendidikan.

"Dengan peringatan Hardiknas 2013, semoga segala ikhtiar kita untuk memajukan dunia pendidikan menjadi semakin berkualitas dan akses pendidikan bagi masyarakat Tapsel dan Indonesia secara keseluruhan semakin terbuka dan dapat segera terwujud," kata H. Syahrul M Pasaribu membacakan sambutan Menteri Pendidikan Budaya dan Olahraga.

Lebih lanjut H. Syahrul M Pasaribu menyampaikan, visinya mengenai fungsi pendidikan yang melatarbelakangi tema Hardiknas 2013, “Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”. Baginya, pendidikan menjadi vaksin sosial demi imunitas penyakit sosial masyarakat dalam hal kemiskinan, ketidaktahuan dan keterbelakangan peradaban. Sekaligus pendidikan menjadi elevator sosial untuk dapat meningkatkan status sosial.

"Tema di atas merupakan jawaban cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan, dan harapan seluruh masyarakat dalam menyiapkan generasi yang lebih baik. Layanan pendidikan haruslah dapat menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip pendidikan untuk semua (Education for All) tanpa membedakan asal-usul, status sosial, ekonomi, dan kewilayahan," katanya.

Untuk itu, H. Syahrul M Pasaribu, pemerintah terus menerus menyiapkan ketersediaan satuan pendidikan yang layak, terutama di daerah 3T, termasuk di dalamnya pengiriman guru melalui program Sarjana Mendidik di daerah 3T (SM3T). Dari sisi keterjangkauan pemerintah telah menyiapkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar dan menengah, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidik Misi dan Beasiswa.

"Pada tahun 2013 ini, telah disiapkan anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM. Sejak dua tahun terakhir, telah dibuka beberapa perguruan tinggi negeri. Kita Berharap Universitas Graha Nusantara (UGN) yang ada di Tapsel segera di jadikan Universitas Negeri, dan proses untuk itu sedang berjalan”. jelasnya.

Bertindak sebagai Komandan Upacara pada saat itu Drs.Sapril Siregar yang di hadiri Wakil Bupati Ir.A.Rapolo Siregar, Ketua DPRD Tapsel H.Rahmat Nasution,Sekda Tapsel Ir.Aswin Siregar, Unsur Muspida, Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Saufia Syahrul M Pasaribu, Kepala SKPD,Kakan dan Kaban, Camat Se Tapsel dan undangan lainnya serta ribuan pelajar dan mahasiswa.

Usai upacara dilaksanakan penyerahan bantuan terhadap ratusan PAUD dari dana CSR Bank Sumut, Penghargaan kepada Kepala Sekolah dan Guru berprestasi serta pelajar berprestasi. Acara dilanjutkan dengan pembukaan dan peninjauan arena stand pameran yang di ikuti 14 kecamatan, stand khusus SMK serta stand gelar buku yang di sediakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapsel.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapsel, Drs.Mohd.Ikhsan Lubis MM mengatakan bahwa pameran kreatifitas pelajar Tapsel,Pentas seni dan gelar buku yang dilaksanakan dalam rangka Hardiknas thn 2013 berlangsung hingga tanggal 4 Mei. “ Rangkaian Peringatan Hardiknas ini di gelar selama 3 hari, selain itu kita buka stand pameran, pentas seni yang di isi penampilan dari pelajar PAUD,SD,SMP dan SMA/SMK, dan ada penilain serta penghargaan buat stand pameran. Khusus gelar buku kita kerja samakan dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tapsel sebagai upaya membangkitkan minat baca masyarakat ” terang Ikhsan.

Pada Sabtu (4/5) sore rangkaian acara Hardiknas tahun 2013 di Huta Raja Kec.Muara Batang Toru di tutup oleh Ketua Tim Penggerak PKK Tapsel Hj.Saufia Syahrul M Pasaribu. Stand terbaik I Kec. Batang Angkola, II, Kec. Muara batang Toru, III, Kec.Sipirok. Selain itu di beri Penghargaan kepada Marching Band SMK Pertanian dan Drumband SDN 101130 Batang Toru.(Anas)

Berita ini dapat di baca pada koran Harian ORBIT dan SKM SUARA MASA

30 April 2013

LSM GEMrAK dan Pemkab Tapsel sosialisasi Anti Narkoba



Pemkab Tapsel dan LSM GEMrAK Adakan Penyuluhan Anti Narkoba bagi Pelajar di Tapsel


Tapsel STT Blog
Puluhan pelajar tingkat SMP, SMA, guru dan masyarakat mengikuti sosialisasi anti narkoba yang digelar oleh LSM GEMrAK bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)  di Aula MAN 1 Kota P.Sidimpuan,Selasa (30/4).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Tapsel Tongku Makbul, Asisten III Pemkab Tapsel, Pardamean Daulay, Kadisdik Tapsel Drs.Mohd.Ikhsan Lubis,MM Kadis Kesehatan yang di wakili dr,Khairunnisa,Kapolres Tapsel yang di wakili Kanit Binkamsa Sat Bimas, Ipda PBP.Aritonang,SH  dan kemudian pihak Badan Narkotika Nasional serta sejumlah tokoh masyarakat.

Acara yang digelar untuk mengantisipasi terjadinya peredaran dan penyalahgunaan narkoba ini mengambil tema “Selamatkan Generasi Bangsa, Remaja dan Pemuda dari Penyalahgunaan Narkoba.”
Kadisdik Tapsel Drs.Mohd.Ikhsan Lubis,MM dalam kata sambutannya mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada LSM GEMrAK telah membuat acara sepeti ini.
“Dengan ada acara sosialisasia seperti ini, siswa dan masyarakat akan mengatahui bagaimana bahaya narkoba, karena narkoba dapat merusakkan generasi dan masa depan,“ kata Kadisdik Tapsel
“Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini, kasus-kasus perdaran narkoba atau para pengguna narkoba bisa berkurang. Khusus kepada pelajar, kita juga minta kepada orang tua untuk mengawal dan menjaga anak-anaknya agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” pinta Ikhsan.

Kadis Kesehatan Tapsel yang di wakili dr.Khairunnisa menguraikan betapa besarnya dampak kerugian bagi kesehatan apabila mengkonsumsi narkoba.
"Kami ingin agar para pelajar di Tapanuli Selatan ini bisa terhindar dari narkoba. Karena kalau sudah terjerat narkoba maka masa depan bisa hancur," ucapnya.
Menurut Khairunnisa, yang pertama harus dilakukan adalah, bagaimana menghindari narkoba khususnya para pelajar. Mengenai sosialisasi untuk penyakit HIV/AIDS, juga penting dilaksanakan untuk para pelajar di Tapanuli Selatan, untuk antisipasi menyebarnya penyakit ini
 
Polres Tapanuli Selatan yang di wakili Ipda PBP.Aritonang,SH  meminta para pelajar untuk menjauhi segala bentuk narkoba dan obat-obatan terlarang, tawuran dan juga kenakalan remaja karena dapat merusak masa depan.

Dijelaskan peredaran narkoba tidak mengenal lagi batasan usia karena mulai menyentuh kalangan pelajar. Menurutnya, untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar di Tapsel, pihaknya terus melakukan sosialisasi kesejumlah sekolah terkait bahaya narkoba ini.
“Adik-adik sebagai pelajar yang baik jangan coba-coba mendekati narkoba. Sebab barang haram tersebut sangat berbahaya. Jangan sampai pelajar terjebak dengan hal tersebut, sehingga merusak sendi-sendi kehidupan,” Aritonang.(Anas)

Berita ini dapat di baca pada HARIAN ORBIT dan SKM SUARA MASA






21 April 2013

PDIP Kota P. Sidimpuan Daftarkan 30 Bacaleg Ke KPU


Di perkirakan di Dapil III kota P.Sidimpuan akan terjadi persaingan ketat

P.Sidimpuan STT Blog
Sebanyak 30 bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  Kota P.Sidimpuan, Minggu (21/4) mendaftar ke KPU, partai tersebut merupakan peserta ke 4 yang mendaftarkan bakal calon legislatifnya ke KPU untuk berkompetisi pada pemilu legislatif 2014.

Sejumlah Pengurus Partai hadir di kantor KPU P.Sidimpuan saat pendaftaran yang sengaja mereka setting pada pukul 4 sore itu. Diantaranya Ketua PDIP P.Sidimpuan Taty Aryani Tambunan, Lukman Siregar, Rudy H (Apotik Bintang), Akhyar Nasution Wakil Sekretaris DPD PDIP Prov. Sumut yang juga Korwil Tabagsel serta sejumlah Bacaleg lainnya. Rombongan PDIP di terima Ketua KPU P.Sidimpuan, Muzakkir Khotib Siregar,  Efendi Nasution (anggota) dan sejumlah petugas penerima pendaftaran.

Taty Aryani Tambunan,SH dan beberapa orang kader perempuan hadir pada kesempatan tersebut dengan memakai kebaya merah. Dikatakannya bahwa moment Hari Kartini di pakai PDIP Kota P.Sidimpuan untuk mendaftar sekaligus wujud tekad PDIP untuk meperjuangkan hak hak perempuan dan kesetaraan Gender.
 “ PDIP Kota P.Sidimpuan eksis memperjuangkan hak hak perempuan, saat ini kita mendaftarkan sejumlah bacaleg perempuan sesuai peraturan KPU minimal 30% dan itu kita ikuti. Selain itu saya berharap nantinya di DPRD P.Sidimpuan terdapat keterwakilan perempuan yang 30% tersebut”
Taty menambahkan bahwa target PDIP pada pemilu legislative 2014 memperoleh satu fraksi dari 30 kursi di DPRD Kota P.Sidimpuan atau 6 kursi. Sementara hasil pemilu legislative 2009 PDIP P.Sidimpuan hanya memiliki 2 kursi.

Dua orang Bacaleg dari PDIP P.Sidimpuan adalah Incumbent yakni Taty Aryani Tambunan.SH yang saat ini sebagai Wakil Ketua DPRD Kota P.Sidimpuan. Taty maju sebagai bacaleg dari Dapil III yakni P.Sidimpuan Selatan untuk memperebutkan 11 kursi yang tersedia di dapil III ini. Sementara itu Lukman Siregar yang juga Ketua Fraksi Nasional DPRD Kota P.Sidimpuan maju dari Dapil I yaitu Kecamatan Psp Utara dan Psp.Hutaimbaru memperebutkan 10 kursi yang tersedia di Dapil I ini.

Peta politik perkompetisian yang panas dari 3 dapil yang ada di kota P.Sidimpuan, di perkirakan yang paling ketat persaingannya ada di Dapil III yakni Psp Selatan. Dimana pada dapil ini di isi 7 orang  anggota dewan yang masih aktif hingga saat ini. Kemudian dari wajah wajah baru yang santer di bicarakan, terdapat beberapa tokoh dan para pengusaha. Maka tidak salah kalau di Kota P.Sidimpuan pada pemilihan legislatif 2014 nanti, di dapil III akan terjadi pertarungan yg sengit.(Anas)

Berita ini dapat dibaca pada HARIAN ORBIT dan SKM SUARA MASA





17 April 2013

UN SMA / SMK/ MA Thn 2013 di P.Sidimpuan Kacau


236 Peserta UN di P.Sidimpuan jadi Korban Ketidak Profesionalan Pelenggara. 


P.Sidimpuan, STT Blog
Carut marutnya pendistribusian soal Ujian Nasional (UN) membuat pelaksanaan ujian menjadi terkendala, termasuk di Kota P.Sidimpuan. Pada Hari Pertama pelaksanaan UN di Tingkat SMA/SMK/MA di kota P.Sidimpuan, terdapat 7 sekolah yang kekurangan soal mata pelajaran IPS sehingga membuat 236 siswa yang sudah hadir di sekolahnya harus kecewa dan bersiap siap untuk melakukan UN susulan pada Senin 22 April nanti. Begitu juga pada hari ketiga terdapat kekurangan soal di dua kelas, namun segera di antisipasi panitia dengan menggandakan soal tersebut agar tidak menimbulkan masalah. Menurut beberapa kalangan di P.Sidimpuan persoalan ini di sebabkan oleh manajemen yang bodoh dari sekelompok orang orang pintar, baik di pusat maupun provinsi yang tidak mengcroscek isi kiriman soal yang di terima dan di distribusikan panitia.  
Pelaksanaan Un di kota P.Sidimpuan yang di ikuti 5.464 siswa dan 110 orang peserta ujian paket C berlangsung kondusif. Pada Hari pertama terdapat 66 siswa yang terdaftar sebagai peserta namun tidak hadir dengan berbagai alasan, pada hari kedua dan ketiga berkurang menjadi 51 orang.

Walikota P.Sidimpuan Andar Amin Harahap, S.STP, MSi pada melakukan tinjauan ke sejumlah sekolah diantarnya SMAN 1 dan SMAN 2 di Jalan Sudirman, P.Sidimpuan diampingi sejumlah pejabat diantaranya Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP Budi Haryanto, SIk, mewakili Dandim 0212/TS, Kakan Kemenag Kota P.Sidimpuan Drs Efri Hamdan Harahap, Kadisidk Drs H.Abdul Rosad Lubis, MM, Camat Psp Utara Armen Dame Harahap, dan Kabag Humas dan Arsip Saeful Bahri. Di Sekolah yang menjadi favorit di kota salak ini walikota Andar Amin sempat memeriksa sejumlah ruangan termasuk ruang  UN, juga  bertemu dengan para pengawas dari Perguruan Tinggi Unimed, Polmed dan USU, Medan, guru pengawas sistem silang dari kota P.Sidimpuan dan Kepala Sekolah SMAN 1 M Irsyad Hasibuan dan Kepala Sekolah SMAN 2 Drs Zulbakti.

Walikota memberikan semangat kepada siswa supaya tegar dan bersemangat mengikuti UN. “Saya optimis kalian semua lulus, karena sudah mempersiapkan diri dengan matang sejak jauh hari.  Teliti  dan  tetap fokus supaya soal dapat dijawab dengan benar," Ucap Andar. 
Terkait kekurangan naskah soal jurusan IPS di tujuh sekolah yang membuat sebanyak 236 siswa/i sekolah tersebut terpaksa mengikuti UN susulan tanggal 22 April 2013 nanti, walikota mengakui masalah seperti itu sudah menjadi kasus Nasional seperti dialami 11 Provinsi lainnya di Indonesia. "Namun harapan kita pada UN susulan nanti semuanya akan berjalan dengan catatan naskah soal UN tidak sama dengan sekarang ," ucap walikota. 

Kadisdik Kota P.Sidimpuan H. Abdul Rosad Lubis,MM  mengatakan ke-tujuh sekolah yang tidak mendapat kiriman naskah soal jurusan IPS dari provinsi Sumut adalah SMAN 7, SMAN 8, SMA Swasta Harahapan, SMAS Taman Siswa, Madrasyah Aliyah Swasta Al Aansor, MAS Al-Manar dan MAS Darul Istiqomah. "Jumlah peserta UN SMA, SMK dan MA negeri dan Swasta se-Pemko P.Sidimpuan yang tidak mendapat soal IPS sebanyak 236 orang, sementara jumlah keseluruhan peserta tahun ini sebanyak 5.464 siswa," terang Rosad.
Ditambahkannya, sistem pengawasan UN tahun ini sama seperti tahun lalu degan sistem silang murni ditambah pengawas dari PTN Unimed, Polmed dan USU, Medan. "Dengan pengawalan berlapis sepeti ini tingkat kebocoran dan kecurangan UN dapat dihindari," ujarnya.
Kapolres Kota P.Sidimpuan AKBP Budi Haryanto, SIK kepada STT Blog mengatakan pihaknya menerjunkaan sebanyak 90 personilnya guna mengawal pergerakan naskah soal dan jawaban UN dari Rayon, Sub Rayon, Disdik hingga disimpan di Polres kota P.Sidimpuan sebelum dibawa ke Medan supaya tidak bocor. Juga untuk mengawal naskah soal dan lembar jawaban di kantor Disdik, sekolah peserta UN dan kantor polisi.(Anas)

Berita ini dapat di baca pada HARIAN ORBIT dan SKM SUARA MASA

Tapsel di PRSU ke 42 tahun 2013 Tampilkan OPERET


Operet “ Andung Ni Boru Marbagas” 


Medan- STT Blog
Malam Pagelaran Kesenian Kabupaten Tapanuli Selatan di Panggung Terbuka (Open Stage) Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jumat,12 April 2013 mendapat sambutan yang antusias dari para pengunjung khususnya warga Tapsel yang merantau atau bermuki di Kota Medan dan sekitarnya. Pagelaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan ini merupakan agenda event PRSU ke-42 Tahun 2013 yang bergilir secara bergantian setiap malam di isi Kabupaten/ Kota se Sumatera Utara. Pada Pagelaran yang di buka oleh Bupati Tapanuli Selatan H.Syahrul M Pasaribu ini, melibatkan sebanyak 47 orang pemain.
Pada Kesempatan ini Kabupaten Tapanuli Selatan mengusung Kesenian yang di tata secara operet “Andung Ni Boru Marbagas” berupa Prosesi Pernikahan secara Adat , Sendra Tari dan Tor tor Tapanuli Selatan yang di koordinir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapsel, Dewan Kesenian Tapanuli Selatan (DKTS) Serta Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Tapsel.

Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M Pasaribu pada acara tersebut mengatakan bahwa ajang PRSU selain untuk pameran dan sarana promosi potensi daerah secara ekonomi, juga jadi ajang menampilkan dan memperkenalkan seni budaya suatu daerah di Sumut. Menampilkan operet dgn tema prosesi adat seperti ini di nilai sangat baik, karena selain hiburan juga di tonjolkan budaya yang sayarat dengan kearifan local.
“ Sesuai dengan tema yang di usung yakni Back to Culture, operet ini sangat tepat ditampilkan saat ini. Dengan keragaman adat istiadat yang ada di Tapanuli Selatan, saya mengajak seluruh warga Tapsel menumbuh kembangkan adat budaya local. Hal ini terkhusus saya sampaikan kepada insan seni dan mahasiswa atau generasi muda. Karena di dalam adat budaya kita terdapat tatanan kehidupan bermasyarakat yang mengedepankan persatuan dan kesatuan, khususnya sipat gotongroyong” papar Sahrul.
Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumut Ir.Chaidir Ritonga,MM, Ketua PKK Kab. Tapsel,Anggota DPRD Tapsel, Wakil Ketua Yayasan PRSU , Anggota Wali Amanat USU, H.Panusunan Pasaribu. Rektor UGN dan Guru Besar USU Prof. Erwin, Kepala Satuan Perangkat Daerah dari Tapsel, Mahasiswa dan ratusan masyarakat lainnya.

Ketua Dewan Kesenian Tapsel Drs. Fajaruddin Tanjung yang di damping Ketua Forkala Tapsel Drs, Sori Muda Harahap mengatakan bahwa tema yang di bawakan saat ini adalah hal yang rutin di lakukan setiap ada pesta pernikahan. Namun dari beberapa daerah di Tapsel ada sedikit perbedaan dalam menjalankan proses ini. “ Perbedaan tersebut adalah bukti kekayaan adat budaya yang ada di Tapsel, keragaman tersebut tidak mesti kita persoalkan. Missi yang di emban Dinas Pendidikan Tapse, Dewan Kesenian dan Forkala Tapsel adalah menumbuh kembangkan dan memelihara keragaman adat budaya di Tapsel serta melibatkan kegerasi muda Tapsel mengambil peran meski melalui jalur Kesenian” ucap ketua Komisi 4 DPRD Tapsel ini.(Anas)

Berita ini dapat di baca pada HARIAN ORBIT dan SKM SUARA MASA