18 April 2019

Perhitungan Suara Pemilu Berlangsung Hingga Subuh


P.Sidimpuan STT___________
Sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Timbangan Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan melaksanakan Perhitungan Suara Pemilu hingga pagi, Kamis (18/4/2019). Pantauan awak media di Lingkungan 4 yang memiliki 3 TPS yakni TPS 12, TPS 13 dan TPS 14 dengan Jumlah Daptar Pemilih Tetap (DPT)  750 orang, proses perhitungan dan penyelesaian administrasi masih berlangsung menjelang subuh. Petugas TPS baik yang laki laki maupun yang perempuan  terus bekerja dan terlihat ada beberapa saksi partai maupun saksi calek ikut menunggui hingga pekerjaan usai.

Hanuddin Nasution petugas di TPS 13 mengatakan bahwa pekerjaan ini mesti di selesaikan karena apabila di tunda atau di tinggalkan, di khawatirkan bisa menimbulkan masalah apabila kotak dan kertas suara di tinggalkan atau di pindahkan.
“ tidak mungkin kita tinggalkan atau kita kita pindahkan keluar dari lokasi pemilihan ini, resikonya besar. Makanya kita sepakati agar tuntas” ucapnya. 

Hal senada juga di sampaikan Amri Halawa petugas TPS 14 bahwa resikonya besar bila di tinggalkan meski ada yang menjaga. “ kita sudah sepakat bahwa kerja harus tuntas, lagian perhitungan suara di tiap tingkatan sudah kelar. Sekarang tinggal mengisi blanko blanko saja dan harus tuntas meski  sudah menjelang subuh“ ujar Amri.
Menurut Amri pertimbangan lainnya karena panasnya aroma  perkompetisian di antara sesama caleg peserta pemilu maka selaku penyelenggara, mereka tidak mau ada persoalan yang melibatkan penyelenggara. 

Sementara itu mengenai perolehan suara di kalangan caleg terjadi banyak hal diluar prediksi. Anas warga di Lingkungan tersebut kepada awak media mengatakan bahwa perolehan suara di lingkungan ini diluar prediksi. Jika membandingkan dengan Pileg 2014 dimana di lingkungan 4 ini perolehan suara di dominasi PDI Perjuangan, namun tahun ini suara PDI Perjuangan jauh turun meski caleg nya masih petahana. Justru di 3 TPS ini suara PDI Perjuangan di salip suara caleg Partai Golkar. 

Dari pantauan Anas bahwa caleg DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPD kurang tersosialisasi. Hal ini masih banyak warga yang bertanya siapa yang akan di coblos. Untuk Caleg DPRD Kota P.Sidimpuan Anas melihat bahwa di 3 TPS ini tidak bisa di katakan merupakan basis suara salah seorang caleg partai, walaupun domisili caleg itu di sekitar TPS tersebut. Masyarakat masih lebih cendrung memilih siapa yang memberi, bahkan ada beberapa warga yang menerima pemberian dari 3 caleg. Selain itu patut di duga sebahagian tim sakses dari caleg tidak menyampaikan amanat dari caleg tersebut.

Kelemahan lain yang nyata terlihat bahwa Panwas di kelurahan nyaris tidak berbuat apa apa atau hanya sebagai penonton. Apakah pertimbangannya mengingat ini pesta rakyat maka di biarkan rakyat berpesta dengan menabrak aturan. Atau mungkin juga oknum panwas kelurahan tersebut sudah masuk dalam kelompok yang berpesta, ucap Anas mengakhiri. (Anas/Mangarahon)


14 April 2019

300 peserta mengikuti UNBK Kesetaraan Paket C di P.Sidimpuan



P.Sidimpuan STT________April 2019
Pelaksanaan Ujian Nasional Kesetaraan Paket C di Kota P.Sidimpuan dilaksanakan selama 4 hari yakni tanggal 13-16 April 2019 bertempat di SMA Negeri 3 Kota Padangsidimpuan. Sistim ujian Paket C ini yakni Ujian Nasional Basis Komputer (UNBK) atau sama dengan UNBK SMA/SMK.

Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan Elida Nasution melalui Panitia  pelaksanaan ujian Abdulrahman Suhudi Nasution,M.Pd  saat ditemui dilokasi ujian mengatakan  bahwa peserta tahun sebanyak  300 orang. Peserta tersebut berasal dari 5 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yakni PKBM Simpati Natama, PKBM Maju Bersama, PKBM Ceria, PKBM Mawar, PKBM Gusnita dan PKBM Al-Manna.  Mata pelajaran yang di ujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Mate Matika, PKN, Geografi, Ekonomi dan Sosiologi.

Ujian Paket-C adalah Program Pendidikan Non Formal sebagai alternatif dari Kementerian Pendidikan Nasional yang diperuntukkan bagi anak anak  yang putus sekolah atau Siswa yang tidak sempat menikmati Pendidikan Formal serta yang tidak lulus Ujian Nasional. Layaknya ujian reguler, ujian paket C saat ini digelar sesuai mekanisme ujian nasional yaitu  UNBK.

Dijelaskan Abdulrahman Suhudi bahwa pengambilan tempat ujian di SMA Negeri 3 dikarenakan sarana dan prasarana sekolah tersebut cukup  memadai untuk menampung jumlah peserta tersebut. “ selain jumlah komputer yang memadai, pihak sekolah juga memiliki tenaga operator yang yang sudah berpengalaman, sehingga proses UNBK Paket C ini berlangsung dengan baik” ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat  (DPD-PKBM) Kota Padangsidimpuan Abdul Rahman Batubara yang di dampingi Katno,S.Pd salah satu pengelola PKBM mengatakan Pendidikan non formal bertujuan antara lain untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dijangkau dan dipenuhi pendidikan formal.

Disamping itu sebagai jalan keluar bagi masyarakat yang memiliki masalah ekonomi waktu dan sebagainya. Meneganai ijazah pendidikan kesetaraan Paket C bisa digunakan untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau meneruskannya keperguruan tinggi. Jadi siapapun tidak perlu malu untuk mengikuti ujian Paket C. Bagi kalangan yang mengerti tentang sistem pendidikan di Indonesia, tidak ada beda antara Paket C dengan SMA/SMK dari sisi legalitas lulusannya.

“ bagi peserta ujian paket C ini jangan malu atau merasa minder dengan lulusan Paket C,  karena ijazahnya setara dengan lulusan SMA yang artinya bisa di pakai untuk kuliah. Selain itu yang namanya sekolah atau menuntut ilmu tidak memandang usia karena ilmu itu tidak pernah cukup. Untuk itu saya harapkan agar ujian ini di ikuti dengan baik hingga selesai” papar Rahman Batubara.  (Anas)


 


10 April 2019

Kondisi Mobil dan Peralatan Operasional Damkar Kota P.Sidimpuan Tidak Memadai


P.Sidimpuan STT_____________
Kondisi Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan sarana prasara operasionalnya mesti ditingkatkan. Kalau mengandalkan peralatan yang ada saat ini, maka kinerja petugas pemadam kebakaran sangat tidak akan optimal untuk menaklukkan api. Bila terjadi kebakaran besar di pemukiman padat atau kebakaran di bangunan bertingkat, kalau hanya mengandalkan peralatan yang ada saat ini petugas akan sangat kesulitan menyelamatkan warga.

 Mobil Damkar Pemko Padangsidimpuan ada 5 unit, 1 unit mobil buatan tahun 1971 (Toyota Buaya), 2 unit buatan tahun 2001 dan 2 unit buatan tahun 2002. Kondisi saat ini hanya 2 unit yang bisa di operasikan. Semua mobil Damkar tersebut berasal dari Pemkab Tapanuli Selatan.
 Demikian gambaran yang di sampaikan Imron Harahap,SH, Kabid Damkar pada Kantor Pemadaman Kebakaran Kota Padangsidimpuan kepada awak media Selasa (9/5/2019).  

Imron menjelaskan beberapa peralatan standar yang mesti di miliki satuan pemadam kebakaran diantaranya  Selang pemadam kebakaran yang disebut sebagai hose untuk meningkatkan jangkauan semprot air, Fire Nozzle atau pengarah air, Tangga, Fire Helmet atau helm khusus yang dirancang untuk petugas pemadam kebakaran, Firefly Baju tahan panas untuk menjaga petugas supaya tetap aman serta berfungsi untuk menyelamatkan korban kebakaran. Namun kondisi peralatan yang dimiliki pihaknya masih jauh dari yang di harapkan.

Saat di tanya mengenai pengambilan air yang kerap ke Desa Partihaman Saroha atau Sirappak, Imron menjelas karena Mobil Damkar tidak memiliki mesin atau pompa  sedot air yang memadai, juga fire hydrant tidak berfungsi sehingga terpaksa mengisi air ke mobil damkar dengan sistim curah.

“ misalnya terjadi kebakaran di daerah Pijor Koling, maka mobil Damkar terpaksa mengambil air ke Sirappak. Padahal kalau ada mesin sedot air yang memadai, maka beberapa sungai terdekat bisa jadi alternatif pengambilan air. Begitu juga dibutuhkan Pump Truck, mobil jenis pick up untuk membawa mesin sedot ini ke daerah padat pemukiman mengingat akses jalan umumnya sempit”.paparnya.

Menurutnya Standar Operasi (SOP) Damkar bila terjadi kebakaran, maksimal 15 menit mobil dan petugas Damkar sudah sampai di lokasi kejadian. Untuk itu di setiap kecamatan mesti ada satu unit mobil pemadam kebakaran.

Melihat perkembangan bangunan dan pemukiman di Kota P.Sidimpuan saat ini, maka sangat perlu segera penambahan peralatan. Begitu juga tangga dan peralatan tali seperti tali Karmantel, tali Webbing dan Carabiner sangat dibutuhkan untuk evakuasi korban di rumah atau gedung bertingkat.
Niat petugas untuk menolong korban jangan jadi bumerang, dimana petugas yang jadi korban karena ketiadaan alat yang standar. Meski slogannya, Pantang pulang Sebelum Padam.(ANAS)

Keterangan Poto : Ali Imron Harahap,SH saat di wawancarai



Orang Tua Jemput Anak Masing-Masing Usai Ujian UNBK SMA


P.Sidimpuan STT____________
Pelajar Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan usai mengikuti Ujian Nasional di minta di jemput orang tua masing masing ke sekolah. Hal ini dilakukan menyikapi Himbauan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan N0. 420/558/Kasi Tendik&Pen/2019 tanggal 5 April 2019.  Dimana dalam surat tersebut  Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan Drs. Moch. Ihsan Lubis,MM menghimbau seluruh Kepala SMA Negeri/Swasta se Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan untuk menghimbau siswa – siswinya agar :
 1. Tidak melakukan aksi coter coret seragam sekolah di tempat umum.

2. Tidak melakukan konvoi kenderaan bermotor di jalan raya.
3. Tidak melakukan pelanggaran lalu lintas yang dapat mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
 4. Tidak melakukan kegiatan amoral lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Himbauan yang dilakukan Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Kepala SMA Negeri 1 Padangsidimpuan Dra. Nursyawiyah Hutauruk,M.Pd kepada awak media, Senin (8/4) mengatakan bahwa orang tua siswa kelas XII atau peserta ujian akhir menyambut baik tindakan ini.

 “ umumnya orang tua siswa datang menjemput anak masing masing kesekolah ini setelah UNBK selesai sesuai dengan sesi masuk anak tersebut. Dimana pelaksanaan UNBK di sekolah ini terbagi dalam 3 sesi.  Siswa yang tidak di jemput orang tua atau wali tidak diperkenankan meninggalkan gerbang sekolah, karena sebelumnya kita sudah menyampaikan surat undangan kepada orang tua siswa”ujarnya.

Sementara itu Anas, salah satu orang tua siswa di SMA Negeri 1 P.Sidimpuan yang langsung menjemput anaknya menanggapi hal ini mengatakan, bahwa tindakan atau himbauan dari Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan adalah hal yang baik. “  sebagai orang tua, kita memahami niat baik atau tujuan dari Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan dan pihak sekolah. Kalaupun ada tindakan coret coret atau konvoi kenderaan, itu sudah diluar jangkauan sekolah. Sekarang penilaiannya terpulang kepada kita selaku orang tua anak tersebut, apakah kita masih di hargai si anak atau tidak” ucap Anas.

Pantauan di lapangan masih terdapat beberapa pelajar yang masih melakukan aksi coret coret baju memakai cat semprot serta konvoi kecil beberapa kenderaan roda dua menuju tempat wisata. Namun bila di lihat dari dekat, umumnya anak anak tersebut berasal dari sekolah swasta dan beberapa sekolah negeri yang letaknya di pinggir Kota Padangsidimpuan.(ANAS)

Keterangan Poto : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan Drs. Moch. Ihsan Lubis,MM



15 Maret 2019

151 Sekolah SMA,SMK dan MA di Cabdis Pendidikan Sidimpuan Peserta UNBK 2019

P.Sidimpuan STT___________
Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sesuai jadwal pelaksanaan UN 2019 berdasarkan prosedur operasional standar (POS) tercatat untuk tingkat  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berlangsung 25-28 Maret 2019, Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) pada 1-4 dan 8 April 2019 untuk UN susulan SMA/MA/SMK digelar 15-16 April.  

Diwilayah kerja Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan yang meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kota Padangsidimpuan dalam pelaksanaan UNBK di ikuti 17.045 siswa dari 151 sekolah SMA-SMK- MA Negeri dan swasta. Peserta UNBK SMK di ikuti 51 sekolah Penyelenggara di Negeri dan Swasta. Penyelenggara UNBK di kota Padangsidimpuan 17 sekolah di ikuti 1983 siswa, Kabupaten Mandailing Natal 21 sekolah di ikuti 1897 dan kabupaten Tapanuli Selatan 13 sekolah di ikuti 1258 siswa, total 5138.  

Penyelenggara UNBK  SMA dan MA di ikuti 100 sekolah Negeri dan Swasta, di Padangsidimpuan 28 sekolah di ikuti 3320 siswa, Kabupaten Mandailing Natal 54 sekolah di ikuti 5975 dan kabupaten Tapanuli Selatan 18 sekolah di ikuti 2562 siswa, total 11857.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sidimpuan, Drs.Moch.Ikhsan Lubis,MM melalui Kepala Seksi SMK, Marwan Batubara kepada awak media Rabu,(13/3) mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada kendala pelaksanaan. “ segala persiapan termasuk simulasi UNBK yang telah kita laksanakan belum ada kendala, harapannya kedepan akan berjalan lancar hingga selesai” ujarnya.

Mengenai kendala listrik, pihak sekolah telah mengantisipasi dengan menyediakan genset. Selain itu pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan PLN agar pelaksanaan UNBK ini berjalan lancar.

Lebih jauh dikatakan Marwan bahwa pada tahun ini UNBK tidak banyak perubahan yang signifikan,  namun pada UNBK 2019 ada sedikit perubahan dalam moda soal yang akan diujikan. Pada tahun ini UNBK tetap memiliki dua jenis soal yaitu soal pilihan dan soal essay, ucapnya.

Lebih jauh Marwan Batubara mengatakan kemungkinan kendala ada pada jaringan internet yang lazim di sebut dengan istilah badai offline. Hal ini disebabkan terjadi masalah pada server pusat sehingga pada server local di masing-masing sekolah berstatus Standby.
Hal ini pernah terjadi di beberapa daerah saat berlangsung simulasi UNBK tahun 2019, server pusat tiba-tiba saja offline dan standby, selang beberapa menit kemudian server local kembali normal dengan status Online sehingga simulasi dapat dilanjutkan kembali.

 Marwan berpesan kepada peserta UNBK , bila terjadi hal seperti ini agar jangan panik. Ia juga meminta agar anak anak peserta UNBK menjalankannya dengan teliti,santai dan jujur.  (Mangarahon/ANS)



SMA 1 dan Nurul Ilmi Padang Sidimpuan Loloskan 8 Siswa Sebagai Duta Ke OSN 2019 Tingkat Provinsi

P.Sidimpuan STT_________
Sebanyak 27 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Menjadi utusan dari Kota Padangsidimpuan ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 Tingkat Provinsi Sumatera Utara setelah berkompetisi dengan ratusan siswa dari 28 sekolah Negeri maupun swasta se kota Padangsidimpuan.  Dari 27 siswa ini terdapat masing masing 8 orang siswa dari SMA Negeri 1 dan SMA Nurul Ilmi Padangsidimpuan.

OSN memperlombakan 9 bidang studi yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Kebumian, Geokrafi, Ekonomi dan Komputer (TIK). Masing masing bidang studi mengutus 3 orang siswa sebagai duta daerah. Peserta daerah nantinya akan bersaing lagi dengan ratusan siswa guna mendapatkan pemenang yang akan menjadi utusan ke OSN tingkat Nasional.

Kepala SMA Negeri 1 Padangsidimpuan Dra. Nursyawiyah M.Pd menanggapi keberhasilan ini mengatakan bahwa semuanya berkat kerjasama antara tenaga pendidik di sekolah dengan orang tua siswa. “ kita mendorong jiwa kompetisi dalam prestasi bagi seluruh anak didik kita secara sehat. Selain bidang akdemik, sekolah juga memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya baik secara perseorangan maupun kelompok seperti bidang seni dan olah raga” paparnya. Ia berkeyakinan bahwa kedepan prestasi ini masih bisa ditingkatkan karena sekolah punya tenaga pendidik yang berkompetensi di bidangnya serta adanya dorongan orang tua siswa untuk memacu prestasi anak.

Sementara itu di tempat terpisah, Nasruddin Nasution salah seorang anggota Komite SMA Negeri 1 Padangsidimpuan ketika di tanya tanggapannya mengenai OSN mengatakan bahwa dari sekian banyaknya indikator keberhasilan pengelolaan sekolah adalah Olimpiade Sain. “ kalau melihat jumlah siswa SMA 1 yang lolos ke OSN sebanyak 8 orang, berarti dari beberapa bidang ilmu yang di perlombakan sekolah ini berhasil namun belum memuaskan” ucapnya. Alasan yang di berikannya karena belum semua bidang studi yang di perlombakan ada utusan dari sekolah ini.
 “kalau bisa tahun depan siswa SMA 1 harus 18 orang yang lolos atau sapu bersih. Kita bukan sombong, tapi kita mesti membuat target besar” ujarnya.

Lebih jauh pria yang biasa di sapa Anas ini mengatakan bahwa masyarakat sering menilai Kwalitas atau mutu pendidikan di satu sekolah dilihat dari jumlah siswa yang lolos ke OSN dan masuk ke Perguruan tinggi negeri. Untuk itu seluruh sekolah di kota ini harus mampu berprestasi, terutama sekolah negeri yang mendapat pembiayaan besar dari pemerintah, jangan tertinggal dari sekolah swasta.

Adapun sekolah dari Sidimpuan yang berhasil mengirimkan siswanya ke OSN Provinsi yakni SMA Negeri 1 sebanyak 8 orang SMA Swasta Nurul Ilmi 8 orang, MAN 2 sebanyak 4 orang, MAN 1 sebanyak 3 orang, SMA Negeri 4 sebanyak 2 orang, SMA Negeri 8 dan SMA Swasta Kesuma Indah masing masing satu orang. (ANS)

    

Ratusan siswa SMA Negeri 2 Kota Padangsidimpuan Kecewa karena tidak bisa mengikuti SNMPTN Tahun 2019

P.Sidimpuan STT___________
Ratusan orang tua dan siswa Sekolah Menengah Negeri (SMA) 2 Kota Padangsidimpuan merasa sangat kecewa karena tak satu siswa pun yang bisa mengikuti SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Padahal pemerintah telah memberikan kuota sebanyak 40% bagi siswa kelas XII atau Kelas 3 sekolah ini untuk mengikuti SNMPTN. SMA Negeri 2 satu satunya sekolah dengan Akreditasi A yang tidak bisa mengikuti SNMPTN di kota ini.  Sejauh ini pihak sekolah masih bungkam terhadap permasalahan yang terjadi.

Seperti di ketahui bahwa SNMPTN merupakan jalur favorit siswa, karena semua siswa diperbolehkan ikut seleksi di hampir semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan berbagai macam prodi atau jurusan. Sekolah yang memiliki akreditasi A kemungkinan berpeluang besar diterima. Selain itu Pendaftar tidak dikenakan biaya (gratis), Bagi siswa miskin memperoleh bantuan keringanan biaya kuliah (melalui program bidik misi).

SY. Harahap salah seorang orang tua siswa kelas 3 mengaku sangat kecewa atas masalah ini. Semangat anaknya untuk masuk PTN melalui SNMPTN sangat besar, upaya untuk itu sudah di persiapkannya sejak anaknya kelas 2 dengan mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah. “ sangat kecewalah” ucapnya singkat. Diceritakannya bahwa ia memasukkan anaknya ke SMA 2 karena menganggap sekolah tersebut adalah sekolah yang favorit dengan integritas yang tinggi. Namun kenyataannya ia dan ratusan orang tua siswa lainnya terpaksa pasrah terhadap manajemen sekolah tersebut.

Sementara itu pemerhati pendidikan kota Padangsidimpuan, Nasruddin Nasution dalam menanggapi permasalahan ini mengatakan ada human eror dan mesti ada yang bertanggung jawab, setidaknya pertanggung jawaban secara moral.  Dikatakannya bahwa sejauh ini informasi yang didapatkannya bahwa data siswa yang dikirim kepusat secara online tidak masuk hingga batas akhir pendaftaran. “ Seperti ngirim SMS lah, terkirim dari Hp tapi tak tau kita sampai ke tujuan atau tidak. Tapi kalau kita serius dalam pekerjaan ini, kan bisa kita crosscek apa data yang kita kirim sudah terinput” ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa telah berusaha menghubungi kepala sekolah untuk mengetahui perihal ini, namun belum berhasil. “ dua kali saya kesana, namun pegawai sekolah yang duduk di meja piket mengatakan bahwa kepala sekolah sedang sangat sibuk” sebutnya.

Pada bahagian lain dirinya berharap agar pihak sekolah memberi keterangan yang jelas tentang sebab musabab kejadian ini. Jangan sampai terjadi preseden buruk, karena informasi yang di dapatnya bahwa akan ada sangsi terhadap sekolah dari pemerintah. Dikhawatirkan kalau tahun depan pemerintah tidak memberi peluang kepada siswa SMA2 untuk mengikuti SNMPTN.

 “ kalau sangsi dari pemerintah tidak memperbolehkan siswa SMA 2  mengikuti SNMPTN satu atau dua tahun, maka kemungkinan anak anak yang berprestasi secara akademik akan meninggalkan sekolah tersebut ” ujarnya. Untuk itu, permasalahan di sekolah ini menjadi peringatan bagi sekolah lain dalam mengelola dunia pendidikan. (Mangarahon/ANS)





1 Maret 2019

” Siswa SMK 3 P.Sidimpuan Terlantar” Gubsu diminta Tempatkan Kepala Sekolah

P.Sidimpuan STT___________
Proses belajar dan mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota P.Sidimpuan saat ini sangat memperihatinkan. Siswa lebih banyak bermain atau berkumpul di luar kelas dari pada menerima pembelajaran dari guru. Hal ini di sebabkan guru banyak yang bolos atau menghabiskan waktu ngobrol di ruang guru serta di kantin sekolah.

Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kondisi dan sikap sebahagian guru yang malas mengajar. Apalagi dalam waktu dekat akan dilaksanakan ujian akhir bagi kelas 3 atau ujian kenaikan kelas. Syarif salah satu orang tua siswa di SMK Negeri 3 P.Sidimpuan kepada awak media ini mengatakan bahwa ia menerima keluhan dari anaknya, kalau banyak guru yang malas mengajar. “ laporan dari anak bahwa selama 6 bulan terakhir, nyaris tiap hari ada guru yang tidak masuk ke kelas mereka” ucapnya. Syarif sudah berniat memindahkan anaknya dari SMK Negeri 3 ke sekolah yang lain, namun jurusan atau prodi yang di ambil anaknya hanya ada di SMK Negeri 3. “ selaku orang tua, saya sangat kecewa melihat kondisi ini, dan pemerintah mesti mengambil tindakan” ujar nya dengan nada kecewa.


Pemerhati pendidikan Kota Padangsidimpuan Nasruddin Nasution yang biasa di sapa Anas bersama awak media ini beberapa waktu yang lalu mengunjungi SMK Negeri 3 untuk mengkonfirmasi kondisi sekolah ini. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Donna Lubis, S.Pd tidak membantah bahwa proses belajar mengajar di SMK Negeri 3 P.Sidimpuan berjalan jauh dari yang diharapkan.

 Dijelaskannya bahwa sejak Kepala Sekolah sakit  setahun yang lalu, proses belajar mengajar mulai tidak disiplin. “ saya tidak mampu berbuat banyak, karena tenaga pendidik di sekolah ini semuanya orang dewasa yang semestinya sudah memahami kewajiban masing masing. Kondisi apa yang bapak bapak lihat hari ini, adalah fakta. Saat ini jam belajar, silahkan kita nilai sendiri bagai mana situasinya “ ucap Donna dengan senyum sembari menunjuk siswa yang berkeliaran di luar kelas.

Sementara itu Anas meminta agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini Gubernur dan Kepala Dinas Pendidikan Sumut agar segera menempatkan kepala sekolah di SMK Negeri 3 P.Sidimpuan. “ kita minta agar Gubsu segera menghunjuk Kepala sekolah atau pelaksana di sekolah ini. Membiarkan kekosongan jabatan kepala sekolah selama satu tahun adalah kebijakan yang salah. Apalagi SMK Negeri 3 P.Sidimpuan sudah dipersiapkan menjadi sekolah rujukan. Titik persoalannya sederhana, dimana Kepala sekolah yang sudah tidak bisa hadir di sekolah masih di pertahankan” sebut Anas.

 Ia juga meminta agar guru guru serta pengawas yang bertugas di sekolah tersebut memiliki tanggung jawab Moral terhadap tugasnya. “ Negara telah memberi hak para guru terutama guru bersertifikasi dengan penghasilan yang besar, jadi semestinya kewajiban di jalankan” tegas Anas.(Mangarahon) Poto Anas