8 Desember 2014

Padangsidimpuan Kejuaraan Drum Band Dan Marching Band Piala Walikota Cup V P.Sidimpuan Ditutup

   Kejuaraan Drum Band Dan Marching Band Piala Walikota Cup V P.Sidimpuan Ditutup

Padangsidimpuan, STT Blog
SEBANYAK 29 unit drum band dan marching mewakili 11 Kabupaten/Kota Se-Sumut unjuk kemampuan guna memperebutkan piala bergilir Walikota Cup V Tahun 2014. Dimana even yang diselenggarakan Pengurus Kota Persatuan Drum Band Indoensia (Pengkot PDBI) bekerjasama dengan Dinas Pemuda Olahraga, Budaya Dan Pariwisata (Disporabudpar) dan pembukaannya dilakukan Walikota Andar Amin Harahap diwakili Sekdako Drs.H.Zulefddi Simamora MM ditandai dengan pemukulan drum band dan dilanjutkan dengan pelepasan peserta yang akan berlangsung dari tanggal 6 hingga 7 Desember 2014 di Stadion H.M Nurdin Nasution Jalan Melati, Padangsidimpuan.
Ketua panitia pelaksana kejuaraan drum band dan marching band piala Walikota Cup V Ali Imron Harahap SH dalam laporannya mengatakan 11 Kabupaten/Kota yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini adalah Kota Medan, Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu, Mandailing Natal, Padanglawas Utara, Padanglawas, Kota Sibolga, Tapanuli Tengah dan tuan rumah Kota Padangsidimpuan. Dengan jumlah atlit sebanyak `1.500 orang dan 150 orang offisial dan juri dari Pengprov PDBI Sumut sebanyak 13 orang.
Adapun mata lomba yang dipertandingkan lanjut Imron sebanyak 5 jenis yaitu lomba kirab nusantara, unjuk gelar (display), lomba kibaran bendera (colour guard contest), gita pati dan drum battle dimana lomba kirab nusantara, mengambil start dari pendopo kantor Walikota, jalan raya sampai finish di Stadion H.M Nurdin Nasution. Peserta dikelompokkan dalam 4 divisi yaitu divisi marching band, divisi lomba terbatas, divisi non logam senior dan divisi non logam, junior dan hadiah yang disediakan bagi pemenang lomba adalah piala tetap dan uang pembinaan total sebesar Rp 27 Juta.
Walikota diwakili Sekdako Drs.H.Zulfeddi Simamora,MM dalam sambutannya mengatakan akan merancang kegiatan ini agar dapat berlangsung setiap tahun dan dengan hadiah yang lebih besar lagi. "Dengan segala kerendahan hati saya berharap kepada para tamu kami yang datang untuk bertanding kiranya dapat merasa nyaman ketika berada di kota kami," ujar Walikota.
Walikota juga berharap semoga kegiatan ini dapat mengukir kesan yang baik dihati para peserta yang akan berjuang selama dua hari untuk memperoleh hasil maksimal dan membanggakan hati.
Dalam acara penutupan kejuaraan tersebut pada Minggu (7/12) malam, Walikota yang diwakili Kadisporabudpar Hasan Muda MAP sekaligus menyerahkan hadiah bagi para pemenang setiap kategori lomba, yakni kategori Divisi Non Logam Junior mata lomba Unjuk Gelar, juara I DB SDN 2 Natal (Madina), juara II DB SDN 1 (P.Sidimpuan) dan juara III DB SDN 12 (P.Sidimpuan),, untuk Kirab, juara I DB SDN 2 Natal (Madina) juara II DB SDN 200 Kota Nopan (Madina) dan juara III DB SDN 9 (P.Sidimpuan), serta C.G Contest juara I DB SDN 200 Kota Nopan (Madina), juara II DB SDN 101102 Sipange (Tapsel) dan juara III DB SDN 15 (P.Sidimpuan) sedang juara Umum DB SDN 2 Natal (Madina). Divisi Non Logam Senior mata lomba Unjuk Gelar juara I DB TPI Basilam (Langkat) juara II DB Nur Adia Tanjung Selamat (D.Serdang) dan juara III DB SMP 1 Kota Nopan (Madina), untuk Kirab juara I DB TPI Basilam (Langkat) juara II DB Nur Adia Tanjung Selamat (D.Serdang) dan juara III DB Ponpes Pemadu Gunung Tua (Paluta) sedang C.G Contest juara I DB Nur Adia Tanjung Selamat (D.Serdang) juara II DB Ponpes Pemadu Gunung Tua (Paluta) dan juara III DB Perguruan Al Hikmah Marelan (Medan) sedang juara Umum DB TPI Basilam (Langkat). Divisi Logam Terbatas mata lomba Unjuk Gelar juara I DB WSB Unimed (Medan) juara II DB GTU SMPN 3 (P.Sidimpuan) dan juara III DB MTs Islamiyah (Sibolga), sedang Kirab juara I DB WSB Unimed (Medan) juara II DB GTU SMPN 3 (P.Sidimpuan) dan juara III DB MTs Islamiyah (Sibolga) sedang juara Umum DB WSB Unimed (Medan). terakhir kategori Divisi Marching Band/Drum Corps untuk Unjuk Gelar juara I MB Ponpes Al Muklisin Sibuhuan (Palas) juara II MB GBA MAN Natal (Madina) dan juara III MB GTB SMPA (Tapsel). Kirab juara I MB Ponpes Al Muklisin Sibuhuan (Palas) juara II MB GBA MAN Natal (Madina) dan juara III MB USU (Medan). C.G Contest juara I MB USU (Medan) juara II MB GBA MAN Natal (Madina) dan  juara III MB MAN 4 (Medan) serta Gita Pati juara I MB Ponpes Al Muklisin Sibuhuan (Palas) juara II MB GBA MAN Natal (Madina) dan juara III MB USU (Medan) sedangkan untuk juara Umum MB Ponpes Al Muklisi Sibuhuan (Palas).
Turut hadir dalam acara penutupan yang berlangsung dibawah siraman hujan gerimis distadion HM Nurdin jalan Melati Padangsidimpuan Kadisporabudpar Hasan Muda, Kabid Olahraga Porabudpar, Ali Imron, Kadisdik Drs Nelpisar Nasution, Kabid Dikmenum Mahlil Harahap dan pimpinan kontingen daerah serta undangan lainnya. (Anas)








2 Desember 2014

Hari Aksara Internasional (HAI) ke 49 Tingkat Sumut di kota Padangsidimpuan

Gubsu Menutup Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 49 Tingkat Sumut di kota Padangsidimpuan

P.Sidimpuan STT Blog.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu)  Gatot Pujo Nugroho  menutup Kegiatan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-49 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014 yang dilaksanakan tanggal 17-20 November 2014 di lapangan Olah Raga SMA Negeri 3 Padangsidempuan. Peringatan HAI ke 49 ini di isi dengan berbagai acara seperti seminar, pameran yang memajang data pendidikan khususnya yang di bidangi PLS atau Pendidikan Luar Sekolah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dari berbagai Kabupaten Kota di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Utara (Gubsu)  Gatot Pujo Nugroho mengatakan  angka buta aksara di Sumatera Utara terus mengalami penurunan dimana pada tahun 2013 tercatat angka buta aksara orang dewasa usia 15-59 Tahun tinggal 2,16 % atau 150.511 jiwa. Angka ini di bawah rata-rata angka buta aksara nasional yaitu sekitar 4,03%.

“Alhamdulillah tingkat buta aksara di Sumut terus menurun, target kita semua orang dewasa melek huruf,” ujar Gubsu.

Berdasakan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, angka buta aksara diprovinsi Sumut pada tahun 2009 sebanyak 213.138 jiwa,  menurun menjadi 170.000 pada tahun 2012 dan menurun kembali pada 2013 menjadi 150.511 jiwa.

Dikatakannya, upaya penurunan buta aksara di Provsu merupakan usaha yang terus menerus dalam mengentaskan masyarakat dari keterbatasan atau ketidakmampuan baca, tulis bahasa Indonesia dan berhitung.

Untuk itu, Gubsu menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada berbagai pihak atas dukungan dan kerjasamanya dalam meningkatkan keaksaraan di Provsu disamping kemajuan penting yang telah dicapai.Oleh karena itu, Gubsu meminta agar upaya percepatan penurunan angka buta aksara perlu diperioritaskan pada daerah-daerah atau kantong-kantong wilayah yang masih memiliki angka buta aksara yang tinggi. Sebagai contoh, ujar Gubsu,  masih ada kabupaten di Sumut yang masih memiliki angka buta aksara 14,62 persen.

"Kita masih menghadapi tantangan kedepan yang tidak ringan beberapa tantangan tersebut antara lain adalah menjaga percepatan laju penurunan angka buta aksara dan terus menekan tingkat disparitas angka buta aksara sekecil mugkin baik disparitas antara wilayah maupun antara kelompok sosial ekonomi," ujarnya.

Penutupan Kegiatan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-49 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014 tersebut di hadiri, ketua Tim Penggerak PKK Sumut  Sutias Handayi Gatot Pujo Nugroho, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Mandailing Natal, Bupati Padang Lawas, Bupati Padang Lawas Utara, Bupati Tapanuli Selatan, Walikota Padangsidimpuan selaku tuan rumah. Pimpinan SKPD Sumut serta FKPD Kota Pandangsidempuan dan FKPD Tapanuli Selatan.
 Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-49 ini sebelumnya di buka oleh Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap pada Senin (17/11). Dalam menyemarakkan acara peringatan HAI ini, Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan melakukan berbagai lomba seni dan Marching Band antara pelajar se Kota Padangsidimpuan. Disamping itu unjuk trampil dari anggota Pramuka binaan Dewan Kerja Cabang Pramuka Kota Padangsidimpuan, menjadikan tontonan yang sangat menarik bagi masyarakat yang berhadir pada acara tersebut.
 Namun secara khusus terlihat dan terasa kalau panitia kurang siap dalam melaksanakan acara ini khususnya mengenai kondisi lapangan. Umumnya peserta mengeluhkan kondisi lapanyan yang di anggap kurang layak. Seperti yang di keluhkan kontingen dari Tapanuli Utara, Pakpak Barat dan beberapa daerah lainnya di mana lokasi stand mereka tergenang air dan lumpur. Sekedar membandingkan dari daerah sebelumnya yang telah menjadi tuan rumah acara peringatan HAI, kondisi kali ini termasuk yang sangat sangat tidak membuat nyaman. Namun dari alokasi anggaran, acara HAI ke-49 di kota Padangsidimpuan nilainya dua kali lipat jika di bandingkan saat acara yang sama di laksanakan di Kabupaten Batubara (2011), Pakpak Barat (2012) dan Padang Lawas (2013).
Tentunya ini akan menjadi catatan khusus bagi pemangku kebijakan di Kota Padangsidimpuan, setidaknya Walikota harus mengevaluasi kinerja panitia mengingat untuk menjadi tuan rumah Kegiatan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI)  Tingkat Provinsi Sumatera Utara belum tentu bisa sekali dalam 30 tahun. (Anas)





Hut Pramuka ke 53 Kwarcab Kota Padangsidimpuan

Walikota Mengingatkan Kepala Sekolah untuk mengaktifkan Gudep dan Satuan karya
P.Sidimpuan STT Blog
Walikota Padangsidimpuan Andar Amin Harahap membuka secara resmi kegiatan perkemahan Kwarcab Pramuka Kota Padangsidimpuan pada Kamis (09/10) di Lapangan Sepak Bola Desa Huta Padang Kecamatan Hutaimbaru. Kegitan Perkemahan ini di agendakan akan berlangsung hingga Minggu tanggal 12 Oktober 2014. Dalam Laporannya Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Padangsidimpuan Ibnu Hajar, M.Pd melaporkan bahwa peserta acara perkemahan ini sebanyak 1925 orang  putra dan putri yang terdiri dari 1600 orang anggota dari Penggalang SD, SMP, Penegak dan Pendega. Pendamping atau kakak pembina yang hadir sebanyak 325 orang. Diantara peserta yang hadir terdapat dua regu Pendega dari perguruan tinggi yakni IAIN Padangsidimpuan. Kegiatan ini dilaksanakan selain Peringatan hari pramuka ke 53 juga sebagai ajang bagi anggota pramuka Kota P.Sidimpuan untuk mendapatkan pengetahuan tentang kepramukaan sehingga dapat memahami makna Dasa Darma Pramuka tersebut.
Sementara itu Walikota Andar Amin Harahap mengatakan sangat mengapresiasi kegitan ini terutama melihat besarnya jumlah peserta yang hadir. Lebih jauh Andar mengatakan “ Pemetintah Kota Padangsidimpuan  merasa bangga atas raihan prestasi adek adek pramuka kota Padangsidimpuan di tingkat povinsi maupun tingkat Nasional. Untuk itu di harapkan kepada adek adek pramuka agar benar benar serius mengikuti kegiatan yang di programkan pada acara ini. Sehingga acara ini bukan jadi kemping hura hura atau sekedar pindah tempat tidur saja, tetapi kegiatan ini menjadi ajang pembekalan dan menambah pengetahuan kepramukaan serta forum silaturrahmi bagi anggota dan pembina pramuka”.
 Andar Amin juga mengingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah agar mengaktifkan Gugus Depan (Gudep) masing masing. Sejalan dengan tema yang di usung Kwartir Nasional saat ini yakni Tingkatkan Karakter Kaum Muda melalui Gugus Depan Terakreditasi. “ Kepada seluruh Kepala Sekolah di harapkan agar mengaktifkan Gudep masing masing karena kegiatan pramuka adalah program nasional yang sejalan dengan dunia pendidikan. Hal ini sudah termaktup pada kurikulum 2013 yang di terapkan tahun ini. Begitu juga kepada instansi yang selama ini memiliki Satuan Karya (Saka) sesuai dengan keputusan pemerintah dan Kwartir Nasional.Kepada Pengurus Kwarcab, Dewan Kerja serta Kwarran agar selalu bersinergi untuk meningkatkan prestasi yang telah di raih Pramuka Kota Padangsidimpuan” ujar Andar.
Hadir pada saat itu Waka Polres P.Sidimpuan, Pasi Ops Dandim 0212, Pimpinan Bank Sumut dan BNI, Asisten III DR. Ali Pada Harahap, Kepala Dinas dan Kepala Satuan Kerja, Ketua Kwartir Ranting (Camat) se kota P.Sidimpuan, Tokoh Masyarakat dan ratusan warga Huta Padang dan Desa Sekitar.
 Pada kesempatan tersebut walikota juga menyerahkan penghargaan tanda bakti kepada 15 orang pembina atas baktinya dan ke aktipannya di pramuka selama ini. Serta Penghargaan Krida Kesehatan Reproduksi, Krida Generasi Berencana dari BKKBN kepada Kwarcab Pramuka P.Sidimpuan yang di terima Ketua Harian Kwarcap P.Sidimpuan Ibnu Hajar, M.Pd.
Pada hari Minggu 12/10 acara ini di tutup secara resmi oleh Sekretaris daerah Kota Padangsidimpuan Zul Feddy Simamora,MM yang di tandai dengan gelar upacara dan penyerahan berbagai hadiah kepada pemenang lomba tehnik pramuka seperti Smaphore, Sandi/Morse. Tali Temali, Kompas, Halang Rintang, Hasta Karya dan berbagai kegiatan lainnya. Anas


14 September 2014

KPK harus Selidiki Kemendikbud M.Nuh

Raport Merah M.Nuh 




Dugaan MONOPOLI PENGADAAN BUKU PAKET KURIKULUM 2013.. 
Puluhan Ribu Pelajar di TABAGSEL belum sampai saat ini belum menerima Buku Paket/Buku Pelajaran sesuai K13.....(Mana  Pertanggung Jawaban Moral anda Ustad)


Tahun 2013 Distribusi soal UN Kacau Balau... Tahun 2014 Pengadaan Buku Paket Kurikulum 2013 Berantakan... weleh weleh... makanya  Jangan Monopoli alias Serakah....







KEPALA SEKOLAH, GURU 2 yang belum Menerima Buku Paket Kurikulum 2013 .. SUPAYA Print dan POTO COPY materi pelajaran tsb... masalah biaya.. NGGAK URUSAN GUE,,,, HAHAHAHAHA.... Saran Gileeeeee...

15 Agustus 2014

Dinas Pendidikan - Ikut Bingung

Akibat Monopoli Pengadaan Buku Puluhan Ribu Pelajar di Tapanuli Bagian Selatan Belajar Tanpa Buku Paket

P.Sidimpuan STT Blog
Puluhan Ribu Pelajar di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang meliputi Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padanglawas Utara dan Padang Lawas, belajar tanpa buku panduan atau yang lazim di sebut buku paket. Hal ini di sebabkan buku yang sudah di pesan bahkan sudah di bayar pihak sekolah belum juga sampai di sekolah yang ada di daerah ini. Sementara itu proses belajar dan mengajar sudah di mulai.

 Seperti di ketahui bahwa untuk penerapan kurikulum 2013 yang di berlakukan pada tahun ajaran 2014 ini, seluruh sekolah di Indonesia harus memakai buku paket yang di sediakan oleh Kementerian Pendidikan. Akibat sikap Monopoli yang di lakukan Kementerian Pendidikan tersebut mengakibatkan kerugian bagi puluhan ribu pelajar dalam mengejar target kurikulum. Selain itu tenaga pendidik juga bingung karena tidak mengetahui materi yang mau di ajarkan.
Untuk menutupi kekonyolan yang di lakukan pihak pengadaan buku paket tersebut, di instruksikan kepada Kepala kepala sekolah melalui Dinas Pendidikan Daerah untuk mencetak dan memfotocopykan materi pelajaran yang di berikan pihak Kemendikbud dalam bentuk Compac Disc (CD).  Tiap  mata pelajaran masing masing di copykan sebanyak 16 halaman yang justru memberatkan pihak sekolah.

Kepala SMP Negeri 3 P.Sidimpuan Ibnu Hajar,M.Pd  membenarkan bahwa hingga masuk tahun ajaran baru, pihaknya belum menerima buku paket yang sudah di pesan tersebut. “ ini sudah masuk tahun ajaran baru, namun kami belum menerima buku paket apapun dari pusat. Agar proses belajar mengajar tetap berjalan, kami memberikan pelajaran ke siswa dengan materi yang kami akses dari webb kementerian pendidikan serta memberikan modul CD pembelajaran ke setiap guru” ujarnya. Ia juga mengatakan bahwa untuk memfotocopykan 16 halaman masing masing mata pelajaran tersebut sangat memberatkan pihak sekolah. Karena anggaran untuk hal tersebut sangat besar dan tidak mungkin di bebankan kepada orang tua murid.
Keberatan pihak sekolah untuk memfotocopykan materi pelajaran dari CD yg ada di Dinas Pendidikan Daerah dapat dimaklumi. Nasrudin Nst salah satu orang tua siswa di sidimpuan memaklumi keberatan pihak sekolah tersebut. Dikatakannya “  biaya fotocopy itu Kalau 16 halaman X 10 buku paket X Rp.150,/lembar X 700 Siswa + 30 guru sama dengan Rp.17.520.000.   ( Tujuh Belas Juta Lima Ratus Dua Puluh ribu Rupiah). Jadi jangan hanya karena keserakahan, kebodohan dan monopoli oknum yang mengelola buku paket ini pihak sekolah dan siswa di korbankan”. Lebih jauh ia mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan M.Nuh yang mengelola pendidikan di Indonesia sudah sering pelajar di rugikan. “ masih jelas di ingatan kita betapa amburadulnya distribusi dan pelaksanaan UN tahun 2013 yang lalu, sekarang pengadaan buku paket yang di monopoli pula yang kocar kacir” ujarnya. (Anas)



20 Juli 2014

P.SIDIMPUAN - PILPRES 2014

Ini Dia Fakta-Fakta Pilpres di Sumut

MEDAN – Komisi Pemilihan (KPU) Sumut telah menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu Presiden 2014 tingkat Provinsi Sumut, Jumat malam (18/7/2014). Calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla muncul sebagai pemenang di Sumut setelah ditetapkan memperoleh 3.494.835 suara. Unggul 663.321 suara dari kandidat lainnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh 2.831.514 suara.

Berikut ini fakta-fakta lain yang tercatat selama Pilpres 2014 di Sumut:
1. Jokowi Hatta menang di 20 kabupaten/kota. Kubu Prabowo-Hatta menang di 13 kota kabupaten.
Kota/kabupaten yang dimenangkan Jokowi-Hatta
Batubara, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Nias, Gunung Sitoli, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Samosir, Pematangsiantar, Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak Bharat,
Kota/kabupaten yang dimenangkan Jokowi-Hatta
Medan, Deliserdang, Labuhanbatu, Tanjungbalai, Serdangbedagai, Tebingtinggi, Padanglawas, Padanglawas Utara, Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Binjai, Langkat
2. Kota/kabupaten dengan persentase kemenangan terbesar
Kabupaten Samosir merupakan daerah dengan persentase kemenangan terbesar, yaitu 94,46 persen untuk capres-cawapres Jokowi-JK. Perolehan suara terbanyak di dalam satu daerah dicapai oleh pasangan Prabowo-Hatta di Kota Medan, yaitu 530.243. Namun persentase perolehan suara itu hanya 52,16 persen dari total perolehan suara di Medan.
3. Daerah paling ketat persaingan
Serdang bedagai menjadi daerah paling tipis persentase kemenangan bagi calon presiden-wakil presiden yang bersaing di Sumut.  Di daerah ini Prabowo-Hatta mendapat 150.267 suara dan Jokowi-Hatta 149.761. Prabowo-Hatta hanya unggul 0,08 persen.
4. Daerah dengan jumlah pemilih tersedikit
Daerah yang tergolong paling muda di Sumut, Pakpak Bharat, menjadi daerah dengan jumlah suara sah paling sedikit yaitu 18.756 suara. Daerah ini dimenangkan Jokowi-JK dengan persentase perolehan suara 64,38 persen.
5. Tingkat partisipasi warga Sumut pada Pilpres 2014 lebih rendah dibandingkan saat Pemilu Legislatif 2014. Dengan pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap yang berjumlah 9.902.948, tingkat partisipasi hanya 63,88 persen.  Sebagai perbandingan, tingkat partisipasi pada Pemilu Legislatif 2014 sekitar 71 persen dan Pemilihan Gubernur terakhir hanya 48 persen.  (ton/tribun-medan.com)



11 Juli 2014

KPU P.Sidimpuan - PILPRES 2014


Partisipasi Masyarakat P.Sidimpuan pada Pilpres  Sangat Rendah


P.Sidimpuan STT Blog
Pemilihan Presiden dan wakil Presiden (Pilpres) Tahun 2014 di Kota Padangsidimpuan  yang berlangsung Kamis (09/7) kurang mendapat perhatian dari masyarakat.  STT Blog  yang turun langsung memonitoring kelapangan bersama Sekretaris KPU P.Sidimpuan H.Tawar Simbolon melihat bahwa partisipasi masyarakat untuk mempergunakan hak pilihnya hanya sekitar 64%, sementara berbagai upaya telah di laksanakan pihaknya KPU agar masyarakat ramai ramai mendatangi Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk melaksanakan hak pilihnya.  Dari beberapa desa dan kelurahan di 6 kecamatan yang ada di Padangsidimpuan, di dapati suasana TPS sepi, animo masyarakat untuk datang ke TPS rendah. Tidak terlihat antrian warga untuk mencoblos seperti pelaksanaan Pileg beberapa bulan yang lalu.
 
Burhan Siregar Warga Padang Matinggi yang mencoblos di TPS 7 Kelurahan Padang Matinggi  mengatakan animo masyarakat untuk datang menggunakan hak pilihnya sangat minim. Salah satu faktor penyebabnya yakni adalah pertandingan Piala Dunia yang sedang berlangsung saat ini membuat masyarakat menonton Piala Dunia hingga pagi hari dan memilih beristirahat ketimbang datang ke TPS.

Data yang di himpun saat itu hingga batas waktu pencoblosan sangat minim, padahal sebelumnya menurut Sekretaris KPU , mereka menargetkan partisipasi masyarakat minimal 70%.  Namun target tersebut tidak tercapai setelah melihat sample dari berbagai tempat yang di datangi pada Sejumlah TPS yang ada di 6 Kecamatan di  Kota ini. 
Data tersebut seperti di Kelurahan Padang Matinggi Kec. Psp Selatan, Di TPS 7 ada Daptar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 214 orang, yang hadir ke TPS sebanyak 105 orang, di TPS 8 DPT 255 orang yang hadir 117 orang. TPS 10 Aek Tampang DPT 262 orang yang hadir 163 orang. TPS 5 Sadabuan Psp Utara DPT 284 yang hadir 195, TPS 7 DPT 222 yang hadir 141 orang. TPS 6 Kayu Ombun DPT 230 yang hadir 172 orang,
 TPS II Pal 4 Maria Kec Psp Hutaimbaru DPT 291, yang hadir 188 orang.  TPS 1 Joring Lombang Kec Angkola Julu DPT 296 yang hadir 192 orang, TPS 2 DPT 329 yang hadir 246 orang. TPS 1 Batunadua Jae Kec Batunadua DPT 281 yang Hadir 168 orang. Sementara itu di Kelurahan Pijor Koling Kec Psp Tenggara pada TPS 8 DPT 380 yang hadir 254 orang, TPS 9 DPT 195 yang hadir 123 orang dan di TPS10 DPT 334 yang hadir241 orang.

Add caption
Sekretaris KPU P.Sidimpuan H.Tawar Simbolon,  mengatakan bahwa di kota ini terdapat 512 TPS yang tersebar di 6 Kecamatan dan 79 Kelurahan Desa dengan jumlah pemilih 144.744 orang. Melihat respon atau partisipasi masyarakat pada Pilpres ini ia mengatakan bahwa tidak menduga partisipasi masyarakat akan sangat rendah. “ saya tidak menduga kalau partisipasi masyarakat dalam mempergunakan hak pilihnya rendah. Hal ini berbeda jauh dari Pemilihan Legislatif  yang di laksanakan bulan April yang lalu” ujar Tawar Simbolon. Ia mengatakan bahwa pada Pileg beberapa bulan yang lalu tingkat partisipasi masyarakat mencapai 75 %.
Sampai berita ini di turunkan, data yang di himpun dari berbagai Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS)hasilnya  perolehan suara untuk pasangan Capres No.1 Prabowo-Hatta Rajasa memperoleh 73 % di Kota Padangsidimpuan.
Hal ini di pengaruhi lolosnya Kader Partai Gerindra H.Gus Irawan sebagai anggota DPR Pusat dari daerah ini. Selain itu mesin partai pengusung pasangan No.1 terlihat lebih aktif dalam mensosialisasikan kandidatnya.  (Anas)





28 Juni 2014

Uacapan Selamat Ramadhan tahun 2014/ 1435 H


MADINA - Razia PSK

Pengakuan Pelayan Kafe Pantai Barat Madina
Oknum Satpol PP dan LSM Madina gilir PSK hasil Razia di Hotel Panyabungan
P.Sidimpuan STT Blog
Dewi (nama samaran) salah satu dari 14 orang yang di tangkap Tim Gabungan saat menggelar razia dari beberapa kafe di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menceritakan ke STT Blog di Padangsidimpuan,Rabu (25/6) tentang pengalaman buruknya saat tertangkap petugas razia di kafe milik marga Sembiring.
Pada hari Selasa (24/6) Dewi bersama 13 orang lainnya terjaring razia dari beberapa Kafe di sekitar Pantai Barat Madina, kemudian di kumpulkan di suatu tempat yang tidak ketahuinya apakah itu kantor atau rumah siapa karena sudah larut malam serta kondisi ketakutan. Setelah di periksai petugas ia dan dua orang perempuan lainnya di pisahkan dan di bawa beberapa oknum ke Panyabungan.

Sekitar pukul 01.00 Wib mereka sampai di Panyabungan dan di pisahkan. Dewi di bawa seorang pria yang kemudian di ketahui oknum LSM inisial Mwr ke salah satu Hotel dekat pasar Panyabungan. Dikamar Hotel tersebut Dewi di paksa meladeni nafsu seks Mwr dengan ancaman kalau tidak bersedia meladeninya, akan di penjarakan.
“ Kalau kamu tidak mau, kamu akan masuk penjara. Aku yang mengamankan kamu di sini, jangan macam macam” ucap Mwr seperti yang di tuturkan Dewi. Karena merasa takut Dewi meladeni oknum LSM tersebut. Sambil menangis Dewi  bercerita bahwa ia di perlakukan seperti binatang dalam meladeni nafsu setan oknum LSM tersebut.
Derita Dewi tidak  berakhir pada malam itu, besoknya sekitar Pukul 11.00 Wib Mwr meninggalkan Dewi di kamar dengan alasan membeli rokok, beberapa saat kemudian seorang pria masuk ke kamar tersebut dengan mengatakan “ sekarang jatah ku”. Dewi menolak dan menghiba agar pria yang kemudian di ketahui adalah oknum pegawai Satpol PP Madina jangan menyetubuhinya. Tapi permohonan Dewi tidak di gubris, oknum satpol PP inisial M tersebut tetap melampiaskan nafsu bejatnya. Dewi hanya pasrah saja menerimanya mengingat ancaman akan di masukkan ke sel tahanan. Puas melampiaskan nafsunya, M meninggalkan Dewi sekitar pukul 15.00 Wib, sementara itu Mwr oknum LSM juga tidak muncul lagi.
 Sore harinya Dewi keluar kamar Hotel dan minta tolong ke pada petugas Hotel untuk memesan Tiket Taxi menuju Medan. Dengan uang Rp.200.000. Dewi berangkat dari Panyabungan malam itu menuju Medan. “ uangku hanya sisa Rp.50.000. lagi dalam perjalanan ke Medan” ucap Dewi. Mengenai dua orang wanita lainnya ia tidak mengetahui di bawa ke mana atau bagai mana nasibnya. Hal ini di tuturkan Dewi ke STT Blog yang kebetulan satu taxi dalam perjalanan dari Panyabungan ke Padangsidimpuan.(Anas)  Poto hanya sekedar illustrasi..bukan poto korban
Berita ini dapat di baca pada HARIAN ORBIT, SKM SUARA MASA DAN MITRA